Simpanse Ditembak Mati Usai Serang dan Gigit Anak Pemiliknya

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 23 Juni 2021 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 18 2429553 simpanse-ditembak-mati-usai-menyerang-anak-pemiliknya-ze6azcTvaV.jpg Simpanse ini ditembak mati usai menyerang putri pemiliknya (Foto: Buck Brogoitti Animal Rescue INC/Facebook)

Simpanse ini diketahui telah tinggal bersama keluarga selama 17 tahun di peternakan mereka sebelum serangan tragis itu terjadi.

Buck si simpanse adalah bagian dari Buck Brogoitti Animal Rescue, sebuah badan amal nirlaba yang merawat kuda-kuda yang telah disita oleh polisi dalam kasus pelecehan dan pengabaian.

Negara bagian Oregon tidak mengizinkan atau ilegal memelihara simpanse dan kera besar lainnya sebagai hewan peliharaan pada tahun 2010. Namun undang-undang mengizinkan mereka yang dimiliki sebelum tahun 2010 disimpan sampai akhir kehidupan alami mereka.

Peraturan ini memungkinkan Buck untuk tetap dalam perawatan keluarga Brogoitti.

Kendati demikian, kelompok hak-hak binatang seperti PETA mengatakan bahwa Buck adalah "bom waktu yang berdetak" dan kera yang berbahaya karena dia telah tinggal di properti itu untuk jangka waktu yang lama.

"PETA memperingatkan otoritas negara bagian bahwa Tamara Brogoitti telah menciptakan bom waktu dengan melakukan kontak langsung dengan kera berbahaya, dan sekarang, dia sudah mati dan seorang wanita telah dianiaya karena penolakan Brogoitti untuk mengikuti saran para ahli dan memindahkan Buck ke tempat perlindungan yang terakreditasi,” terang Deputi Penasihat Umum Yayasan PETA untuk Penegakan Hukum Hewan Penangkaran Brittany Peet kepada KXLY.com.

"Sejak jauh sebelum simpanse Travis mencabik wajah seorang wanita pada tahun 2009, sudah jelas bahwa serangan tidak dapat dihindari selama orang terus memperlakukan simpanse seperti Chihuahua,” lanjutnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini