Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peningkatan Kasus Covid-19 Pasca Idul Fitri Lebih Tinggi Dibanding Nataru 2021

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 23 Juni 2021 |14:47 WIB
Peningkatan Kasus Covid-19 Pasca Idul Fitri Lebih Tinggi Dibanding Nataru 2021
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit & Plt. Dirjen P2P Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan peningkatan kasus Covid-19 usai libur Lebaran Idul Fitri lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Maxi mengatakan bahwa peningkatan kasus Covid-19 akan terjadi setiap pasca event liburan. Pada saat Natal dan Tahun Baru 2021 kasus Covid-19 baru mengalami penurunan pada bulan Maret hingga Mei.

“Setiap event-event libur kita tahu terakhir kan di sebelum Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, Natal itu kasusnya meningkat tajam, itu puncaknya di bulan Februari. Kemudian di Maret April sudah mulai turun, Mei,” ungkap Maxi secara virtual, Rabu (23/6/2021).

Meskipun, kata Maxi, pengetatan yang dilakukan sebelum Lebaran sudah dilaksanakan dengan baik. Namun, ternyata masyarakat memilih tetap melakukan silaturahmi pasca Lebaran. Sehingga meningkatkan kasus Covid-19 saat ini bahkan kini telah melewati kenaikan kasus saat Nataru 2021.

“Tapi sesudah kita liburan Idul Fitri, pengetatan bagus. Tapi sesudah pasca liburan rupanya banyak memanfaatkan sesudah Idul Fitri melakukan silaturahmi ya, ketemu-ketemu dan kasusnya mulai naik sampai saat ini. Bahkan kasus ini sudah melewati saat libur Nataru, kasus ini,” ungkap Maxi.

Baca Juga : Perketat PPKM Mikro, Anies Tegaskan Hajatan Tak Boleh Makan di Tempat

Maxi pun mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi lonjakan kasus Covid-19 saat ini. Pertama akibat adanya varian Delta dari India. “Hal ini dipengaruhi yang pertama lonjakan-lonjakan kasus ini secara eksponensial terjadi akibat dari pada varian baru. Varian yang terkenal varian Delta yang dari India,” katanya.

Kedua, kata Maxi, adalah akibat adanya kelalaian protokol kesehatan. “Yang berikut lagi tentu mau varian apapun, tentu ada kelalaian. Kelalaian dari pada protokol kesehatan. Sebenarnya virus apapun kalau protokol kesehatan kita jalan bagus, orang masih setia lah menggunakan protokol kesehatan, memakai masker, kemudian jaga jarak menjauhi kerumunan, menjauhi mobilitas, seharusnya bisa. Tetapi, protokol kesehatan mulai kendor, adanya variasi meningkatnya secara tajam,” papar Maxi.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement