Klaster Perumahan Muncul di Malang, 12 Orang Positif Covid-19

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 23 Juni 2021 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 519 2429933 klaster-perumahan-muncul-di-malang-12-orang-positif-covid-19-4eKSgjAPC5.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MALANG - Klaster baru penyebaran Covid-19 kembali bermunculan di Kota Malang. Kali ini muncul di pondok yang berada di Perumahan Puri Nirwana RW 2 Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Dari informasi yang dihimpun, setidaknya ada 12 orang penghuni pondok di RT 10 RW 2 terkonfirmasi positif Covid-19, dari total 30 orang penghuni yang sehari - hari tinggal di tempat tersebut.

Baca juga:  TPU Tegal Alur Alami Peningkatan Pemakaman Jenazah Covid-19

Ketua RW 02 Kelurahan Dinoyo, Bimo Tri Sapto membenarkan informasi adanya warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di lingkungannya. Namun Bimo sapaan akrabnya, menyebut warga di lingkungannya bukan bagian dari warga, tetap melainkan penghuni pondok yang dikelola oleh seorang warganya.

Para warga yang positif sudah dibawa ke RSI Aisyiyah yang berada di Jalan Sulawesi, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

"Betul 12 orang (positif Covid-19), kemudian kemarin 8 dikirimkan ke RSAL (RS Aisyiyah) hari ini 4 orang dikirim juga ke sana. Di rumah nggak ada lagi di sana. Sekarang semua sudah dipindahkan ke RS AI (RS Aisyiyah) yang di Puri Nirwana sudah negatif sudah di swab (antigen). Nggak ada lagi sudah pindah di rumah sakit, sudah dibawa ke sana kemarin," terang Bimo saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (23/6/2021).

Baca juga:  Pasien Covid-19 Meninggal Tinggi, Dinkes Karawang Kekurangan Peti Mati

Dijelaskan Bimo, pondok yang dimaksud di lingkungan tersebut bukanlah pondok pesantren merupakan lebih menyerupai tempat kos, dengan aktivitas penghuninya yang mobile.

"Kan mobileng bukan pondok menetap, pondok mobile-ng jadi tidak berada di tempat seperti pondok - pondok biasanya itu biasanya tidak selalu sering di rumah. Itu mobile-ng, tidak selalu di sana, sering pulang itu diasuh oleh dosen UIN namanya Pak Aziz. Terus oleh Pak Aziz yang terkena dikirim ke rumah sakit semua," tegasnya.

Saat ini dikatakan Bimo, dari 30 orang penghuni ada 16 penghuni yang dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab antigen. Mereka semua diisolasi mandiri di lantai tiga bangunan, namun ada beberapa yang sudah dijemput oleh orang tua masing-masing.

"Yang disana sudah nihil (tidak ada yang positif) 28 (penghuni yang di swab) tinggal 16 yang ada di rumah, tapi sudah negatif, itu pun sudah ada yang pulang ke rumah di pulangkan orang tuanya," ungkap dia.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungannya, Bimo menerangkan pihak kelurahan telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Namun di wilayah tersebut tak dilakukan penutupan dan pembatasan aktivitas.

Sebab selama ini para penghuni yang positif Covid-19 tidak pernah berkontak erat atau bersosialisasi secara masif dengan warganya. Selain itu rumah yang terkonfirmasi positif Covid-19 letaknya menyendiri dari beberapa rumah warga di RW 2 lainnya.

"Posisinya agak ke barat, di wilayah RW 2 paling ujung, paling barat, di tepi jalan raya dan itu memang perumahan yang terpisah - pisah itu. Jadi nggak jadi satu, nggak seperti pondok pesantren, nggak sama," tukasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Satgas Covid-19 terdapat total 6.933 kasus COVID-19 di Kota Malang, hingga Rabu sore 23 Juni 2021. Rinciannya ada 107 pasien Covid-19 aktif atau menjalani perawatan, 6.172 pasien sembuh, dan 654 pasien Covid-19 meninggal dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini