BAGHDAD - Irak berada di ambang perang saudara karena bentrokan antara kelompok-kelompok bersenjata. Saat ini pemerintah Irak menghadapi banyak tantangan untuk menyelamatkan nyawa rakyat.
Dalam wawancara dengan saluran milik negara Al Iraqiya, Perdana Menteri (PM) Irak Mustafa Al-Kadhimi mengatakan pecahnya konfrontasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di tanah Irak selama pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump adalah mungkin.
Dia menunjukkan berbagai pihak berusaha meningkatkan ketegangan untuk mengubah Irak menjadi arena konflik bersenjata antar negara.
Pemerintahan Irak saat ini memiliki masa jabatan satu tahun, di mana dia menghadapi banyak tantangan dan upaya menghalangi setiap langkah reformasi.
Al-Kadhimi pun bersumpah bergerak maju dalam memerangi korupsi bahkan dengan mengorbankan pemerintahannya. Dia menekankan negara itu berada di ambang perang saudara.
"Kejatuhan Mosul di tangan Daesh (ISIS) pada musim panas 2014 disebabkan korupsi, nepotisme dan salah urus, dan banyak masalah lainnya. Bahkan di sektor listrik dan hal lainnya, kami menemukan bahwa alasannya adalah korupsi," ujar dia.
Baca Juga : LSM Tanam 1.000 Pohon Untuk Hijaukan Kota di Irak
Dia membenarkan komisi antikorupsi sedang menghadapi berbagai dakwaan, termasuk menyiksa terdakwa dan menangkap tersangka dari satu komponen sosial, saat melihat ke arah lain dalam kasus yang lain. Namun, dia membantah validitas tuduhan tersebut.
Agustus lalu, Al-Kadhimi membentuk komite khusus untuk menyelidiki kasus korupsi besar dan membuat surat perintah penangkapan kepada pasukan khusus yang dipimpin perdana menteri.