Kisah Medlar, Buah Abad Pertengahan dengan Nama 'Vulgar' yang Terlupakan Zaman

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 28 Juni 2021 06:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 18 2431820 kisah-medlar-buah-abad-pertengahan-dengan-nama-vulgar-yang-terlupakan-zaman-dv4s2S2xLQ.jpg Buah medlar (Foto: Shutterstock)

Pada 800 Masehi, Charlemagne memasukkannya dalam daftar buah yang harus ditanam di kebun milik raja. Dan sekitar 200 tahun kemudian, kepala biara dan penulis Ælfric dari Eynsham lah yang pertama kali menggunakan julukan yang agak kasar pada medlar di depan publik.

Dari situ, kepopuleran medlar terus merangkak naik. Pohon buah itu menjadi tanaman pokok di kebun-kebun biara dan kerajaan, juga di ruang-ruang publik seperti taman desa.

Buah medlar juga disebut-sebut dalam Canterbury Tales karya Geoffrey Chaucer, Romeo and Juliet karya William Shakespeare, dan dua kali di Book of Hours milik Anne dari Brittany — semacam manuskrip keagamaan bergambar yang populer di Abad Pertengahan.

Raja Henry VIII menanam pohon medlar di Hampton Court, dan memberikannya sebagai hadiah kepada bagsawan-bangsawan Prancis dalam jumlah besar.

Kemasyhuran buah ini memuncak pada tahun 1600-an, ketika pohonnya ditanam secara luas di seluruh Inggris - sama seperti apel, pir, murbei, dan quince.

Tapi setelah itu, kepopuleran medlar berangsur-angsur menurun. Buah ini masih dikenal banyak orang di awal abad ke-20, meskipun kurang disukai. Kemudian pada 1950-an, medlar tiba-tiba menghilang dari kesadaran publik.

Seorang pengamat menyebut dahulu orang Romawi "nyaris gila" akan buah ini, namun sekarang hanya segelintir yang mengenalinya. Biasanya oleh mereka yang gemar beromantisme dengan masa lalu, pehobi tanaman yang eksentrik, atau di tempat bersejarah seperti istana dan museum.

Hanya beberapa dekade setelah menghilang, medlar menjadi misteri bagi para pemasok buah dan sayur.

Pada 1989, seorang akademisi Amerika menulis bahwa "mungkin hanya satu dari 100" ahli botani yang pernah melihat medlar.

Ada apa di balik buah yang kepopulerannya pernah mencengkeram orang-orang abad pertengahan Eropa, dan mengapa ia menghilang?

Tidak diketahui secara pasti dari mana asal muasal medlar, namun beberapa yakin bahwa tanaman ini telah ditanam sejak sekitar 3.000 tahun lalu di Asia Barat, dekat Laut Kaspia — di mana hingga hari ini, banyak jenis medlar masih tumbuh.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini