“Kami mengendalikan dengan cara gropyokan dan pengemposan di lubang-lubang aktif tikus dengan racun belerang. Di lokasi lain juga sedang proses dan persiapan pengendalian,” ujarnya.
Baca Juga: Sragen Diserang Hama, Belasan Ribu Tikus Mati Dibantai Petani
Kepala LPHP satuan pelayanan (Satpel) wilayah II Subang Iduk menyatakan, untuk mengatasi serangan hama tikus di Purwakarta ini semua stakeholder telah bekerja sama dan bahu membahu melaksanakan pengendalian.
“Untuk mengatasi serangan hama tikus ini kami telah bekerja bersama-sama untuk mengendalikannya. Sarana dan prasarana pengendalian tikus dibantu oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, BBPOPT-Jatisari, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Purwakarta, LPHP Satpel Wilayah II Subang, dan kelompok Tani,” tuturnya.
Ia menambahkan, seperti biasa, sebelum gerdal pihaknya selalu memberikan bimbingan teknis terlebih dahulu kepada para petani mengenai kondisi serangan tikus, faktor pendukung, dan cara pengendalian yang baik dan benar.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Purwakarta Sri Jaya Midan, terkait serangan hama tikus dan pengamanan produksi padi menyatakan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Kementan untuk melakukan pengendalian hama tersebut.