Kerap Diguyur Hujan, Petani Brambang di Gunungkidul Diimbau Asuransikan Lahan

Fitria Dwi Astuti , Okezone · Selasa 29 Juni 2021 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 1 2432807 kerap-diguyur-hujan-petani-brambang-di-gunungkidul-diimbau-asuransikan-lahan-EjnJW7bItf.jpg Foto: Dok Kementerian Pertanian

GUNUNGKIDUL - Ratusan petani bawang merah atau brambang di Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah diuji. Sebab, beberapa hari belakangan ini ladang bawang merah kerap diguyur hujan cukup deras.

Untuk mengantisipasi kerugian yang timbul, Kementerian Pertanian (Kementan) menyarankan agar petani mengasuransikan lahan mereka dengan mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, AUTP merupakan program perlindungan kepada petani untuk areal lahan mereka agar terlindungi.

Di sisi lain, dengan program AUTP petani tak akan mengalami kerugian meski mengalami gagal panen.

"Petani akan mendapat pertanggungan dari AUTP ketika mengalami gagal panen. Kami sarankan petani mengikuti program ini agar mereka tak mengalami kerugian," katanya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, AUTP diprogramkan selain sebagai upaya proteksi juga merupakan bagian dari Kementan untuk menjaga produktivitas petani.

"Dengan AUTP, produktivitas petani akan terjaga. Petani akan tetap berproduksi pada musim tanam berikut karena mendapat pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektare per musim ketika mengalami gagal panen," katanya.

Dengan begitu, petani akan tetap dapat menjalankan budidaya pertanian mereka karena memiliki modal untuk memulai kembali pertanian mereka. "AUTP ini juga menjaga tingkat kesejahteraan petani. Dengan AUTP, kesejahteraan mereka terjaga, karena petani tetap dapat menjalankan budidaya pertaniannya,"ujarnya.

Direktur Pembiayaan Ditjen Kementan, Indah Megahwati menyarankan kepada petani mengikuti program AUTP karena kaya manfaat. Cara mengikuti program AUTP pun cukup mudah. Petani harus bergabung dengan kelompok tani terlebih dahulu.

"Daftarkan AUTP 30 hari sebelum masa tanam dimulai. Untuk biaya premi petani cukup membayar Rp36 ribu, karena sisanya sebesar Rp144 ribu disubsidi oleh pemerintah melalui APBN," tuturnya.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini