Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
898

Kisah Jatuhnya Keraton Plered Mataram dan Trunojoyo Ditikam Amangkurat II

Doddy Handoko , Jurnalis-Selasa, 29 Juni 2021 |07:19 WIB
Kisah Jatuhnya Keraton Plered Mataram dan Trunojoyo Ditikam Amangkurat II
Museum Pleret.(Foto:Dok Okezone)
A
A
A

Pasukan Trunajaya terdiri dari orang Jawa, Madura, dan Makassar. Ketika para pemberontak menyerbu Jawa pada 1676, mereka berjumlah 9.000 orang dan terdiri dari para pengikut Trunajaya dan para pejuang Makassar.

Pemberontakan tersebut diikuti oleh para bangsawan Jawa dan Madura lainnya. Khususnya, penguasa Giri, salah satu penguasa spiritual Islam yang paling menonjol di Jawa, bergabung pada awal 1676.

Karena tidak memiliki tentara dan harta kekayaan dan tidak dapat mengukuhkan kekuasaannya, Amangkurat memutuskan untuk bersekutu dengan VOC. Amangkurat pindah ke Jepara dengan kapal VOC pada September 1677. Raja harus menyetujui konsesi luas yang dituntut VOC sebagai imbalan untuk memulihkan monarkinya.

Pemberontak mencapai puncaknya saat jatuhnya ibukota kerajaaan Mataram Plered pada Juni 1677. Raja dalam kondisi sakit, dan ketidakpercayaan di antara para pangeran kerajaan.

Amangkurat melarikan diri ke barat dengan pangeran mahkota dan pengiringnya, membiarkan pemberontak memasuki dan menjarah jeraton.

Para pemberontak kemudian mundur ke Kediri, membawa harta kekayaan kerajaan bersama mereka. Setelah bentengnya jatuh di Kediri, Trunajaya berhasil melarikan diri ke pegunungan di Jawa timur.

Pasukan VOC dan raja mengejar Trunajaya, yang terkucil dan kekurangan makanan, menyerah kepada VOC pada akhir 1679.

Awalnya, dia diperlakukan dengan hormat sebagai tawanan komandan VOC. Namun, saat melakukan kunjungan ke kediaman bangsawan di Payak, Jawa Timur, pada 2 Januari 1680, dia ditikam oleh Amangkurat II l.

(Sazili Mustofa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement