Covid-19 Mengganas, Ganjar: Kalau Diundang Hajatan Jangan Datang, Ditransfer Saja

Heri Purnomo, iNews · Selasa 29 Juni 2021 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 512 2432320 covid-19-mengganas-ganjar-kalau-diundang-hajatan-jangan-datang-ditransfer-saja-P5BonM4WL4.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: Dok Okezone)

BLORA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan arahan tentang percepatan penanganan Covid-19 kepada seluruh Bupati se-Jawa Tengah secara daring, Senin (28/6/2021). Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa Covid-19 sudah sangat mengkhawatirkan.

""Saat ini, sudah ada 25 Kabupaten/Kota yang masuk zona merah. Ini sudah mengkhawatirkan. Ke depan akan kita terbitkan instruksi Gubernur, sebaiknya seluruh ibadah dari rumah saja, hajatan dilarang, kalau nikah boleh cuma akad saja. Kalau diundang hajatan jangan datang, ditransfer saja jika mau," ungkap Ganjar.

Baca Juga: 25 Daerah di Jateng Zona Merah Covid-19, Ganjar: Satu Pulau Mesti Kompak!

Ganjar menambahkan, dengan bahasa Jawa, Ayo podo eling lan ngelingke, eling nganggo masker dan ngelingke liyane ojo nganti berkerumun.

Dalam rapat tersebut, Gubernur juga menyampaikan agar masing-masing Kabupaten/ Kota bisa memberikan penambahan tempat tidur di rumah sakit, pendirian rumah sakit darurat, tempat isolasi terpusat dan penambahan oksigen.

“Ini yang penting penambahan tempat tidur minimal 40%. Siapkan rumah sakit darurat apabila tidak bisa menyiapkan menambahan tempat tidur,” papar Ganjar

Pihaknya mengapresiasi adanya inisiatif dan langkah cepat dari berbagai kabupaten dan kota. “Beberapa kali inisiatif dari Bupati dan Walikota terima kasih Kabupaten Banyumas, Solo dan Kendal yang sudah membuat rumah sakit darurat. Sedangkan Blora sudah mencari sendiri oksigen 2,5 ton,” ungkap Ganjar.

Ganjar juga meminta seluruh Bupati/ Walikota memastikan ketersedian oksigen yang ada. Jika terdapat kendala maka dapat dikomunikasikan dan Gubernur siap membantu.

“Call center ini segaja kami share digroup Bupati/ Walikota untuk dikomunikasikan, bagaimana menggunakan oksigen harus digunakan dengan baik, kemarin juga sudah menghitung berapa kebutuhaan yang paling memungkinkan” tegas Ganjar

Baca Juga:  Gunakan APD, Petugas Angkut Limbah Infeksius di Rusun Nagrak

Gubernur mendorong agar Kepala Daerah melakukan penambahan SDM Kesehatan, salah satunya melalui kerjasama dengan perguruan tinggi lokal. Termasuk, agar daerah dapat menyiapkan sarana prasarana penunjang kesehatan, dan ketersediaan obat-obatan serta oksigen.

Bupati Arief Rohman pun menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan Gubernur. "Kita siap mengikuti arahan Pak Gubernur. Teknisnya menunggu surat resmi tentang instruksi Gubernur yang akan diterbitkan Pak Ganjar terlebih dahulu untuk nantinya disesuaikan dengan kondisi Blora. Kita minta dan mohon dengan sangat agar masyarakat bisa terus memperketat protokol kesehatan," kata Bupati.

Usai rapat dengan Gubernur, Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, kemudian melangsungkan rapat koordinasi dengan jajaran forkopimda dan OPD terkait. Rapat tersebut dilakukan guna menindaklanjuti arahan dari Gubernur Jawa Tengah.

Adapun beberapa hal yang dibahas kaitannya dengan peningkatan pelayanan fasilitas kesehatan dan sarana prasarana penunjangnya.

Selain itu, Wabup turut membahas mengenai upaya-upaya untuk penambahan tempat tidur di rumah sakit, percepatan vaksinasi, penyediaan SDM kesehatan, tempat isolasi terpusat hingga penyediaan oksigen di Kabupaten Blora.

Pada kesempatan tersebut, Wabup turut mengingatkan agar protokol kesehatan tetap dijalankan dengan sungguh-sungguh mengingat masih terjadinya penambahan kasus. “Yuk kita sesarengan eling dan ngelingke untuk tetap menjaga 5M dan 3T," ungkap Tri Yuli.

Rapat tersebut diikuti oleh jajaran Forkopimda, Asisten I dan III Sekda, Perwakilan Dinas Kesehatan dan BPBD Kabupaten Blora.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini