JAKARTA - Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar berpandangan dana untuk pengadaan hewan kurban sebaiknya dialihkan dan bisa digunakan untuk membantu warga tidak mampu yang terdampak pandemi Covid-19.
"Dalam kondisi sekarang ini, banyak anggota warga masyarakat terpapar Covid-19, terutama sangat berat dirasakan oleh mereka yang masuk golongan ekonomi lemah. Misalnya mereka yang bekerja jualan, lalu ada keluarga yang terkena Covid-19 dan tidak bisa jualan. Mereka ini sangat perlu santunan, karena tidak ada pemasukan sama sekali," kata Anwar dalam siniar yang dipantau dari Jakarta, Kamis (1/7/2021).
Dalam kondisi pandemi Covid-19, kata dia, dibutuhkan kepekaan nurani antarsesama manusia terutama untuk mereka yang terdampak langsung. Anwar mengingatkan tentang ayat dalam Al Quran yang memerintahkan untuk menyantuni fakir miskin.
"Agama itu tidak hanya sekedar dilaksanakan secara harfiyah, ini Idul kurban kita berkurban, tapi agama juga dilaksanakan dengan pikiran rasional dan juga kepekaan nurani," tuturnya.
Anwar juga menjelaskan tentang Manhaj Tarjih yang dianut oleh Muhammadiyah sebagai metode dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam bidang keagamaan.
Muhammadiyah menerapkan Manhaj Tarjih dengan bersumber pada Al Quran dan Sunah dan melalui tiga pendekatan yaitu Burhani, Bayani, serta Irfani.
Pendekatan Bayani melihat masalah agama dari segi dalil-dalil syar’i-nya, kemudian pendekatan Burhani melihat permasalahan dari sudut teori-teori ilmu pengetahuan, dan Irfani melihat masalah dari kepekaan nurani.