Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Elegi: Mengantar Emmy Hafild

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 05 Juli 2021 |09:31 WIB
Elegi: Mengantar Emmy Hafild
Emmy Hafild. (Foto: Istimewa)
A
A
A

Pada suatu hari,

Aku hanya mengenal-Mu via surat kabar, radio dan TVRI.

Suara, sikap, dan keberanian-Mu menyeberangi lautan, menembus tembok kuasa, merasuki dan menginspirasi anak muda yang belum tau mau kemana.

Modal-Mu tidak banyak, Kekuatan-Mu sedikit,

Teman-Mu segelintir,

Keberanian-Mu ‘mempermalukan’ lelaki Nusantara.

Pada suatu hari,

Saya melihat kamu dari dekat.

Elegan, tegas, berani, keras kepala naudzubillah dan meledak tanpa pendahuluan.

Aku saksi kesaktian-Mu, ketika mangsamu belum siuman, kamu sudah tersenyum dan ajak ngobrol lagi.

Kamu pergi ketika negeri tidak sedang baik-baik saja.

Sumber daya alam makin tergerus dan gula-santan-nya hanya dicicipi segelintir orang.

Ruang publik dikekang dan anak-anak-Mu kembali dibungkam dan diretas.

Anak-anak muda itu butuh KAMU yang akar-nya menghujam dalam seperti kayu ulin, ketangguhan-nya laksana badak Jawa, ketajaman-nya bagai taring harimau Sumatera, dan keelokannya bagai anggrek dan cendrawasih Papua.

Kabar gelap menyelimuti nusantara.

Alam memanggil-Mu menghadap keharibaan-Nya.

Anak-anak-Mu menengadah ke atas, bayang-Mu disinari cahaya pagi, bermandi embun di kala senja, dibelai semilir bayu Nusantara diantar doa-doa handai tolan dan anak muda yang kamu tak kenal.

Emmy lihatlah ke bawah,

Menghadaplah dengan suka cita, karena cita-asa-Mu telah beranak-pinak dalam pikiran dan sanubari anak muda negeri.

Laode M Syarif

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement