Sapta pun mengaku berusaha tidak terpancing emosi menghadapi remaja labil tersebut. Dia menjelaskan, bahwa dirinya hanya petugas yang tengah menjalankan aturan PPKM Darurat.
"Ketika itu, saya lebih tegaskan lagi. Anda harus tahu saudaramu, saudaramu seorang perwira, apalagi bintang dua, akan malu melihat permasalahan ini. Terutama kamu yang salah," ungkapnya.
Mendengar penjelasan Sapta, remaja itu tidak meneruskan sikapnya dan diam. Apalagi, penerapan aturan PPKM Darurat ini, perintah langsung dari Presiden.
"Akhirnya kakaknya ikut bicara, dia minta maaf adiknya salah bicara dan berjanji akan mengikuti aturan yang berlaku yang diperintahkan oleh seluruh petugas. Saat itu, kita setrap secara fisik," sambungnya.
Karena tindakannya, remaja itu hanya dikenai sanksi fisik berupa pushup sebanyak 50 kali. Setelah itu, keduanya pun dilepas bebaskan oleh petugas.
"Dia gak bawa identitas. Udah salah, gak bawa identitas, pake bawa-bawa backing pula. Saya suruh pushup 50 kali dan dia melakukan. Dia minta maaf dan berjalan mengakui kesalahannya," tukasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.