Studi Terbaru: Uji Coba Kerja 4 Hari Seminggu dengan Gaji Sama, Sukses Luar Biasa

Agregasi BBC Indonesia, · Rabu 07 Juli 2021 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 18 2436788 studi-terbaru-uji-coba-kerja-4-hari-seminggu-dengan-gaji-sama-sukses-luar-biasa-RwMB9nBHBh.jpg Uji coba kerja selama 4 hari di Islandia (Foto: Shutterstock)

ISLANDIA - Uji coba kerja selama empat hari dalam satu pekan di Islandia menunjukkan "keberhasilan luar biasa" dan menyebabkan banyak karyawan memilih jam kerja yang lebih pendek.

Para peneliti mengatakan uji coba itu berlangsung antara 2015 dan 2019. Dalam periode itu, para pegawai dibayar dengan gaji yang sama untuk jam kerja yang lebih pendek.

Para peneliti mengatakan hasil penelitian menunjukkan produktivitas tetap sama bahkan meningkat di sebagian besar tempat kerja.

Uji coba serupa kini sedang dijalankan di seluruh dunia, termasuk di Spanyol dan oleh Unilever di Selandia Baru.

Di Islandia, uji coba yang dijalankan oleh Dewan Kota Reykjavík dan pemerintah nasional melibatkan lebih dari 2.500 pekerja, yang berjumlah sekitar 1% dari populasi pekerja Islandia.

Banyak dari mereka yang berganti sistem kerja, dari 40 jam seminggu menjadi 35 atau 36 jam seminggu, kata peneliti dari lembaga kajian Inggris, Autonomy dan Asosiasi Demokrasi Berkelanjutan (Alda) di Islandia.

(Baca juga: China Miliki Planetarium Terbesar di Dunia)

Uji coba tersebut membuat serikat pekerja merundingkan kembali pola kerja. Dan sekarang 86% tenaga kerja Islandia telah pindah ke jam kerja yang lebih pendek dengan gaji yang sama, atau akan mendapatkan hak untuk itu, kata para peneliti.

Para pekerja melaporkan bahwa stres mereka berkurang dan mengatakan keseimbangan kehidupan kerja mereka membaik.

(Baca juga: Jurnalis Kriminal Belanda Sekarat Setelah Diterjang Lima Peluru di Jalanan Amsterdam)

"Studi ini menunjukkan bahwa percobaan terbesar di dunia terkait minggu kerja yang lebih pendek di sektor publik hasilnya sukses luar biasa,” terang Will Stronge, Direktur Penelitian di Autonomy.

"Ini menunjukkan bahwa sektor publik siap menjadi pelopor minggu kerja yang lebih pendek - dan pelajaran dapat dipetik oleh pemerintah lain,” lanjutnya.

Gudmundur D. Haraldsson, seorang peneliti di Alda, mengatakan waktu kerja yang lebih singkat di Islandia memberi tahu jika tidak hanya mungkin untuk bekerja lebih sedikit di zaman modern, tetapi perubahan progresif juga mungkin terjadi.

Spanyol sedang menguji coba empat hari kerja seminggu untuk sejumlah perusahaa akibat pandemi virus corona.

Unilever di Selandia Baru juga memberi staf kesempatan untuk memotong jam kerja mereka sebesar 20% tanpa mengurangi gaji mereka selama percobaan.

Pada Mei lalu, sebuah laporan yang diinisiasi oleh kampanye 4 Hari Seminggu dari Platform London mengatakan bahwa jam kerja yang lebih pendek dapat mengurangi jejak karbon di Inggris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini