Mengulik Media Sosial Nicholas Saputra, dari Hobi Fotografi hingga Ketenangan Hidup

Karina Asta Widara , Okezone · Minggu 11 Juli 2021 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 1 2439015 mengulik-media-sosial-nicholas-saputra-dari-hobi-fotografi-hingga-ketenangan-hidup-FVZ0erahmj.jpg Diksusi Literasi Digital yang Diadakan oleh Siberkreasi dan Kemenkominfo Secara Virtual Bersama Nicholas Saputra

Era digital yang semakin berkembang pesat ditandai dengan semakin masifnya penetrasi media sosial dan ilmu pengetahuan tentang teknologi.

Melalui media sosial, siapapun bisa saling berinteraksi dnan berbagi di dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan demikian, hal tersebut mendorong Siberkreasi dan Kemenkominfo untuk membuka kegiatan diksusi literasi yang diselenggarakan secara virtual dengan mengundang Aktor Nicholas Saputra sebagai bintang tamu sekaligus pembicara.

Acara yang dipandu oleh pakar komunikasi dan media sosial, Iwan Setyawan tersebut mengangkat tema "Mengulik media Sosial Nicholas Saputra" dimana melalui acara tersebut kita bisa melihat bagaimana kehidupan sosial media dari seorang Nicholas saputra terutama di masa PPKM seperti sekarang ini.

"Mengingat sekarang semakin ketat, ya sekarang saya tetap mengikuti saja peraturan yang ada. Karena sebenarnya, ketika masih dalam pandemi tahun lalu pun saya masih tetap bekerja, tetap melakukan aktivitas," kata Nicholas.

Di salah satu media sosialnya sendiri, Nicho, demikian akrab disapa kerap kali mengunggah foto-foto travelingnya. Baik di dalam maupun di luar negeri. Namun, mengingat kondisi sekarang dimana Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19, ia mengatakan lumayan membatasi kegiatan traveling-nya. Namun, meski begitu Nicho mengaku punya cara untuk bisa tetap menghibur diri di tengah Pandemi Covid-19.

"Cara untuk menghibur diri dengan tetap melakukan kegiatan atau aktivitas seperti biasa. Kalo produktif mungkin kurang tapi bagaimana kita harus punya cara untuk tetap adjust bagaimana kesenangan kita, kemampuan kita dan saya melakukannya mungkin sekarang dengan tempo yang lambat dan mendalam," tuturnya.

Bersosial Media Tidak harus direncakan tapi Harus Kritis

 

Pada masa pandemi Covid-19, semua orang memang mengalami perubahan tempo hidup yang tadinya bergerak dengan cepat, namun sekarang harus dilakukan dengan cara yang bisa dikatakan sangat lambat. Bagi Nicholas Saputra ada banyak yang bisa ia dapati termasuk memandang lebih dalam tentang hidup, tentang kebahagian, penderitaan di mana banyak manusia yang lebih memilih untuk menyendiri.

" Justru menurut saya ini waktunya untuk bisa melakukan itu. Karena kita nggak lagi dikejar-kejar waktu, kita bisa menentukan tempo kita sendiri di situasi seperti sekarang ini. Banyak momen-momen yang lebih mencari pola ketenangan hidup, meditatif. Itu yang bisa dilakukan buat saya sekarang ini," katanya.

Banyak yang menilai melalui media sosialnya, Nicholas Saputra tidak hanya mengajak kita traveling ke berbagai penjuru negeri akan tetapi juga perjalanan ke dalam Jiwa kita masing-masing. Hal itu pun disampaikan oleh Nicho melalui pilar-pilar bagaimana mengajak kita untuk lebih bisa cakap digital, yakni cara bagaimana agar bisa memanfaatkan ruang digital dengan baik yang akhirnya media sosial bisa jadi ruang yang baik untuk diri sendiri.

"Menurut saya, yang pertama pilar cakap digital adalah untuk memhami sebenarnya atau utamanya apa saja yang bisa digali untuk bisa menambah inspirasi, menambah kesiapan hidup kita, jadi harus mengenali betul apa sosial media yang tepat,” katanya.

Selain itu, pilar kedua yakni digital culture, menurutnya adalah bagaimana kita menggunakan sosial media ini atau hal yang berbau digital untuk bisa menciptakan sebuah tempat kita bisa saling terkoneksi, saling kritik.

“Saya rasa harus ada di situ karena kita tentu tidak hanya bisa ngobrolin tentang hal-hal yang ingin kita dengar saja, jadi harus balance, tetapi culture ini terbentuk ketika kita juga bisa memahaminya dan menerima dan begitupula dengan pujian, karena nggak semua pujian itu baik,” ucapnya

Lebih lanjut ia mengatakan, bicara soal digital privacy, adalah bagaimana kita menghormati orang lain di dalam bersosial media atau berkegiatan secara digital.

“Jadi saya rasa etika ini harus benar-benar kita perhatikan dan jangan sampai merugikan orang lain, yang kita cintai atau diri kita sendiri, kemudian digital savety. Nah ini berkaitan dengan orang-orang yang kita cintai ya, bagaimana kita bisa menjadi lebih kritis tentang apa yang akan kita gunakan di media sosial, memberi informasi yang kita sharing dalam bentuk apapun," ujarnya.

Nicho mengatakan membuat sebuah konten yang berhasil adalah dimana konten yang diciptakan bisa mengajak atau memberikan inspirasi untuk banyak orang. Namun, Nicho mengatakan jika baginya media sosial juga bukanlah sesuatu yang harus direncankan.

"Semua foto atau video yang saya punya, nggak punya waktu kapan saya harus posting, itu nggak ada. Bagi saya media sosial adalah sesuatu hal yang tidak bisa drencakan. Itu gak ada, jadi itu benar-benar sesuai dengan keinginan dan mood. Bisanya saya kalau posting itu ketika saya lagi punya banyak waktu, tapi kalo saya lagi ada kerjaan banyak berarti saya nggak mungkin donk posting-posting di media sosial," ujarnya.

Masa pandemi Covid-19 hingga kini memang masih belum berakhir. Nicholas pun mengatakan mengunakan media sosial di masa pandemi harus tetap memberikan menfaat dan nilai positif. Namun, mengingat banyak masyarakat yang mengalami situasi duka dan banyak cerita sedih, menurutnya kadang-kadang kita tidak harus terjebak harus positif terus. Kita juga bisa merenung supaya kita bisa menerima kenyataan atau paling tidak menyadari ada hal-hal menyedihkan di sekitar kita.

"Nah, saya rasa kita nggak perlu terlalu fokus ini harus konten positif, kita juga harus berkeluh kesah, kalo ada sesuatu yang pengen kita sampaikan ya sampaikan. Ya saya rasa itu nggak masalah. Jadi mau senang atau sedih pun bisa kita rayakan, karena kadang kesedihan pun perlu kita resapi," katanya.

Bagi Anda yang ingin terus berpartisipasi dalam gerakan nasional literasi digital, jangan lupa ikuti terus infonya melalui sosial media Siberkreasi untuk mengetahui berbagai kegiatan literasi digital terkini.

(CM)

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini