PPKM Darurat, Pemprov Jateng Klaim Angka Kematian Akibat Covid-19 Turun

Taufik Budi, Okezone · Senin 12 Juli 2021 20:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 512 2439591 ppkm-darurat-pemprov-jateng-klaim-angka-kematian-akibat-covid-19-turun-podfevK8gM.jpg Warga menjalani tes swab. (Ilustrasi/iNews)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mencatat berkat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat sejak 3 Juli 2021, terjadi penurunan angka kematian case fatality rate (CFR) dan peningkatan recovery rate atau angka kesembuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, saat ini terjadi penurunan angka CFR dibanding minggu sebelumnya.

“Terjadi penurunan CFR dari 6,36 persen menjadi 6,18 persen, ya. Lalu, recovery rate atau angka kesembuhannya meningkat, dari 85 persen menjadi 85,19 persen,” kata Yulianto usai Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di kompleks kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Senin (12/7/2021).

Dia mencontohkan, di Kabupaten Kudus terjadi penurunan kasus dari minggu ke minggu. Tidak hanya itu, tingkat hunian rumah sakitnya di Kudus juga cukup longgar. Informasi tersebut diperolehnya kemarin usai berkomunikasi dengan Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar.

“Kira-kira keterisiannya (di RSUD Loekmono Hadi Kudus) hanya 50-60 persen,” jelasnya menirukan informasi dari Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Baca Juga : Hakim dan Pegawai Positif Covid-19, PN Jaktim Tutup Sementara

Hal itu jelas amat berbeda dibandingkan dengan kondisi di minggu-minggu sebelumnya. Tingkat keterisian di RSUD Loekmono Hadi Kudus mencapai 100 persen. Bahkan saking membeludaknya kasus Covid-19 sampai harus mengirim banyak pasien ke luar Kudus. Sekarang kondisi Kudus malah menerima pasien dari luar daerah.

“Ini cukup menggembirakan. Moga-moga, kabupaten dan kota yang lain juga mengalami suatu perbaikan penurunan kasus, penurunan jumlah kematian. Kita harapkan, ya,” ujar Yulianto.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini