Taliban Kuasai Sejumlah Daerah, Panglima Tertinggi AS Mundur dari Afghanistan

Agregasi VOA, · Selasa 13 Juli 2021 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 18 2439700 taliban-kuasai-sejumlah-daerah-panglima-tertinggi-as-mundur-dari-afghanistan-EPXVEgTLWW.jpg Jenderal Austin Miller (Foto: AFP/VoA Indonesia)

JENDERAL tinggi AS di Afghanistan mengundurkan diri ketika sejumlah pejuang Taliban berhasil menguasai beberapa daerah di negara yang dilanda perang tersebut.

Pemerintahan Biden menyatakan penarikan resmi pasukan AS pada 31 Agustus 2021, tetapi pelepasan komando dari Jenderal Austin “Scott” Miller merupakan penarikan akhir pasukan secara simbolis.

Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) Jenderal Frank McKenzie tiba di Kabul pada Senin pagi (12/7) untuk mengambil alih komando pasukan yang tersisa dalam upacara “singkat” penyerahan komando yang mencakup penyerahan bendera, kata seorang pejabat pertahanan AS kepada VOA.

Penarikan “lebih dari 90 persen” itu selesai dilaksanakan, menurut Komando Pusat AS. Sebagian besar perlengkapan dan pasukan Amerika telah meninggalkan Afghanistan, di mana kurang dari 1.000 tentara yang tersisa untuk melindungi kedutaan AS dan membantu mengamankan bandara internasional di Kabul.

“Kemarin, hari ini atau besok, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal operasi kami di Afghanistan,” tambah pejabat pertahanan itu, Senin 12 Juli 2021.

Baca Juga : China Mendadak Tarik Pulang Warganya di Afghanistan, Ada Apa?

McKenzie berwenang atas operasi militer Amerika di Afghanistan dan beberapa negara tetangga lainnya sebagai kepala CENTCOM. Ia merencanakan untuk melanjutkan pengawasan dari markas besarnya di Amerika Serikat sementara perwira bintang dua Laksamana Muda Peter Vasely membantu mengawasi misi itu di lapangan.

McKenzie masih dapat memerintahkan serangan udara terhadap Taliban untuk mendukung pemerintah Afghanistan hingga akhir Agustus mendatang. Namun setelah penarikan selesai, operasi pasukan AS di Afghanistan hanya sebagai pendukung operasi kontra-terorisme melawan Al Qaeda dan ISIS, tambah McKenzie kepada VOA dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini