Kisah Anak Indonesia Terima Warisan Rp8 Miliar dari Ayah di Inggris

Agregasi BBC Indonesia, · Rabu 14 Juli 2021 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 18 2440475 kisah-anak-indonesia-terima-warisan-rp8-miliar-dari-ayah-di-inggris-8ZDdc9OSX9.jpg Seorang anak perempuan menerima harta warisan sebesar Rp8 miliar dari ayahnya di Inggris (Foto: Finders International)

INGGRIS - Seorang remaja perempuan Indonesia berusia 15 tahun akan menerima warisan sebesar lebih dari 400.000 poundsterling (Rp8 miliar) setelah dilakukan pelacakan penerima waris seorang pria Inggris, yang meninggal September tahun lalu.

Pria Inggris itu, Alexander Thomson, mantan redaktur BBC World Service untuk Afrika Timur dan Timur Jauh, meninggal September tahun lalu dalam usia 71 tahun, tanpa meninggalkan surat wasiat.

Dia tidak menikah, dan tidak diketahui siapa keluarga dekatnya. Hal ini memicu pencarian untuk mengetahui sanak saudaranya.

Danny Curran, Direktur Finders International, lembaga yang melacak penerima warisan, berhasil menemukan anak misteri Thomson.

Dia mengatakan timnya berhasil menemukan bahwa mantan wartawan ini memiliki anak di Indonesia setelah menemukan foto di kediamannya di Ramsgate, Inggris selatan.

(Baca juga: India Terancam Covid-19 Gelombang Ketiga Usai Warga Berbondong-bondong Penuhi Tempat Wisata)

Dalam wawancara dengan BBC Radio Kent, Curran mengatakan anak perempuan itu sudah diberitahu dan ia "menerima warisan tersebut".

Remaja yang tidak disebutkan di kota mana itu juga disebutkan mengetahui jika ia "memiliki ayah orang Inggris melalui ibunya."

Curran mengatakan langkah selanjutnya adalah anak itu perlu menunjuk perwakilan untuk mengurus warisan yang dia dapatkan.

Curran, yang telah bekerja dalam penyelidikan berbagai kasus warisan selama 30 tahun ini, mengatakan timnya masuk ke kediaman Thomson untuk melakukan investigasi.

(Baca juga: Pria Ini Cari Anaknya Selama 24 Tahun dan Naik Motor Sejauh 500.000 Km)

"Kami meneliti rumah itu dan membaca semua informasi. Pria ini ternyata adalah mantan redaktur BBC World Service Afrika Timur dan Timur Jauh. Kami temukan banyak artefak di rumahnya," kata Curran kepada BBC Radio Kent.

"Kami mulai mendapatkan gambaran tentang dia dari barang-barang yang dia miliki dan mulai bertanya-tanya [ke berbaga pihak]. Dia ternyata punya keponakan perempuan dan laki-laki yang bisa menerima warisan,” lanjutnya.

"Namun kami juga menemukan bukti semacam upacara, kemungkinan pernikahan di Indonesia dan ada foto-foto yang terlihat seperti orang Indonesia,” terangnya.

"Jadi dari sinilah kami mulai melacak lebih lanjut untuk mencari tahu apakah dia punya anak, yang mungkin belum pernah ia temui selama bertahun-tahun, namun masih berhak menerima warisan berdasarkan hukum orang yang tak memiliki wasiat,” jelasnya.

"Kami punya agen di seluruh dunia yang telah berpengalaman selama bertahun-tahun - jadi kami sebarkan dan kami temukan ia memiliki mantan pasangan dan putri yang tinggal di sana,” ungkapnya.

"Jadi kami mengontak mereka dan memberitahu apa yang terjadi bahwa ayah anak itu telah meninggal dunia," kata Curran, pakar yang tampil dalam acara TV BBC, Heir Hunters.

"Kesan yang kami dapat adalah, sang ibu telah memberitahu anaknya bahwa ayahnya adalah orang Inggris, dan tak banyak lagi. Dan tentu saja mereka tak meninggalkan negara mereka, jadi kami tak tahu apa yang terjadi,” jelasnya.

"Kemungkinan ada rencana bahwa anak itu akan pindah ke Inggris pada satu saat, tetapi tampaknya itu tak terlaksana. Kami perlu menghargai privasi mereka juga, tetapi setidaknya kami punya gambaran tentang apa yang terjadi,” urainya.

"Tidak terkesan adanya pertikaian, hanya terpisah selama bertahun-tahun," tambahnya.

Curran juga mengatakan banyak barang-barang yang ditemukan di kediaman Thomson adalah barang-barang Asia.

Dia mencari bantuan untuk menilai harganya dari Richard Harrison, pakar dari perusahaan lelang Dawsons Auctioneers and Valuers.

Jadi barang apa saja yang akan diwarisi remaja Indonesia ini? Secara keseluruhan kekayaan Thomson diperkirakan bernilai lebih dari 400.000 poundsterling (Rp8 miliar) yang mencakup rumah tiga kamar di Ramsgate, Kent yang dibeli pada 2007 seharga 235.000 poundsterling (Rp4,7 miliar). Lalu vas dari zaman Kaisar Guanzu pada abad ke-19 seharga 20.000 poundsterling (Rp401 juta), kemudian kapal yang diperkirakan merupakan sekoci terbesar dunia saat diluncurkan pada 1923, dan bantal untuk kaki dari China yang diperkirakan bernilai 2.200 poundsterling (Rp44 juta).

"Sebagai pencari penerima waris terkemuka, pekerjaan kami adalah mencari saudara yang berhak menerima warisan dari mereka yang sudah meninggal tanpa surat wasiat dan juga sanak keluarga yang jelas,” terangnya.

"Kami senang kami dapat melacak putri Alexander, yang akan mewarisi kekayaannya,” ujarnya.

"Kami yakin inilah yang diinginkan Alexander,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini