Biden Luncurkan Program Anti-Kemiskinan Terbesar, Beri Dana ke Keluarga yang Miliki Anak hingga Rp4 Juta

Agregasi VOA, · Jum'at 16 Juli 2021 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 18 2441567 biden-luncurkan-program-anti-kemiskinan-terbesar-beri-dana-ke-keluarga-yang-miliki-anak-sebesar-rp3-juta-rp4-juta-Pf5IEAypyA.jpg Presiden AS Joe Biden (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, pada Kamis (15/7) meluncurkan program anti-kemiskinan terbesar AS dalam setengah abad, untuk pertama kalinya mengirimkan pembayaran bulanan guna membantu sebagian besar orang tua merawat anak-anak mereka.

Departemen Keuangan mengatakan uang itu akan dikirim ke rekening bank sekitar 39 juta rumah tangga yang mencakup 88 persen anak-anak di AS dan secara keseluruhan mewakili sekitar 60 juta anak. Di bawah program ini, keluarga-keluarga akan menerima hingga USD300 (Rp4,3 juta) per bulan untuk setiap anak di bawah usia enam tahun dan tunjangan bulanan USD250 (Rp3,6 juta) untuk setiap anak berusia enam tahun ke atas.

Untuk saat ini, pembayaran akan diperpanjang selama enam bulan, hingga akhir 2021, meskipun Biden dan rekan-rekannya dari Partai Demokrat di Kongres berharap untuk memperpanjang tunjangan ini sebagai bagian dari paket langkah-langkah jaring pengaman sosial yang ingin mereka terapkan. Program ini mendapat tentangan dari anggota Partai Republik di kongres. Jika diperpanjang, program ini diperkirakan akan menelan biaya sekitar USD120 miliar (Rp1.739 triliun) per tahun.

(Baca juga: nfluencer Instagram Tewas Jatuh Terpeleset dari Air Terjun Saat Selfie)

Partai Republik mengatakan inisiatif Biden terlalu mahal dan menolak seruannya untuk menaikkan pajak pada perusahaan dan orang Amerika terkaya untuk membiayainya

Pejabat Gedung Putih mengatakan tunjangan itu bisa mengangkat jutaan keluarga keluar dari kemiskinan dan meningkatkan gizi dan kesehatan mental anak-anak. Beberapa sejarawan membandingkannya dengan tunjangan yang diberikan pada 1960-an di bawah program Perang Melawan Kemiskinan Presiden Lyndon Johnson.

(Baca juga: WHO Desak China Terbuka soal Asal-usul Covid-19)

Tetapi para pengecam anggaran baru ini mengatakan sebagian tunjangan itu bisa dikikis oleh kenaikan harga konsumen AS, yang menurut pemerintah naik dengan kecepatan tahunan 5,4% pada bulan Juni. Pembuat kebijakan keuangan mengatakan tingkat inflasi AS bisa tetap tinggi selama berbulan-bulan sebelum kembali turun, sementara ekonomi terbesar dunia ini pulih dari pandemi virus corona.

Sebagian ekonom mengatakan dana yang dipompa ke ekonomi AS bisa membantu memicu pemulihan yang terlalu cepat, yang mengarah pada kenaikan harga konsumen lebih lanjut.

Berdasarkan tunjangan tersebut, bagian dari paket stimulus yang disahkan oleh Demokrat pada bulan Maret, keringanan pajak untuk pembayar pajak dengan anak-anak, berkurang untuk individu dengan pendapatan kotor lebih dari USD75.000 (Rp1 miliar), serta untuk pasangan yang berpenghasilan lebih dari USD150.000 (Rp2 miliar), dan tanpa keringanan pajak sama sekali untuk yang berpenghasilan lebih tinggi.

Keluarga-keluarga AS yang paling miskin berhak menerima tunjangan itu sepenuhnya. Sebelumnya, di bawah kode pajak A.S., keluarga-keluarga dikecualikan dari potongan pajak untuk anak-anak mereka jika mereka tidak memperoleh cukup pendapatan untuk menutup tunjangan pajak.

Tetapi beberapa keluarga termiskin di AS tidak pernah mengajukan pengembalian pajak penghasilan, yang berarti badan pengelola pajak AS, Internal Revenue Service, bisa kesulitan menemukan mereka untuk mengirimi mereka tunjangan baru ini. Gedung Putih mengatakan sedang bekerja untuk mengatasi masalah tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini