Kembali Berulah saat Hajatan Warga Dibubarkan, Kejiwaan Kades Jenar Sragen Perlu Diperiksa

Agregasi Solopos, · Jum'at 16 Juli 2021 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 512 2441828 kembali-berulah-saat-hajatan-warga-dibubarkan-kejiwaan-kades-jenar-sragen-perlu-diperiksa-rww98ankkM.jpg Kades Jenar, Sragen, ngamuk saat hajatan warga dibubarkan Satgas Covid-19. (Foto : Solopos)

SRAGEN — Wacana menggelar tes kejiwaan kepada Kepala Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen, Samto, mencuat. Hal itu menyusul munculnya sejumlah kontroversi yang dibuat kades tersebut.

Sejumlah kontroversi yang dibuat Kades Jenar Sragen antara lain tidak percaya virus corona, tidak mau memakai masker, menjamin warganya bisa melaksanakan hajatan, hingga membuat baliho berisi makian kepada pemerintah dan menyebut zaman PKI lebih enak daripada zaman setelah reformasi pada Rabu (14/7/2021).

Sehari setelah memasang baliho itu, Kamis (15/7/2021), Samto sudah meminta maaf kepada warga Sragen, Pemcam Jenar, dan warga Indonesia pada umumnya karena telah membuat gaduh. Ia beralasan hanya emosi sesaat sehingga membuat baliho seperti itu. Ia juga berjanji bakal mendukung program pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.

Baru sehari setelah meminta maaf, Samto kembali berulah. Kali ini, ia mengamuk saat hajatan warganya dibubarkan paksa oleh Satgas Covid-19 Kecamatan Jenar pada Jumat (16/7/2021). Sejumlah kontroversi yang dibuat Kades Jenar itu kemudian memunculkan wacana perlunya tes kejiwaan kepada sang kades.

“Tetap harus diperiksa kejiwaannya. Walau khilaf, mestinya tidak senekat itu,” jelas Plt Kepala Inspektorat Sragen, Simon Nugroho, kepada Solopos.com.

Sebelumnya, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, sudah mengetahui bila kondisi Samto tengah sakit stroke. Untuk berjalan saja, dia harus dibantu kursi roda.

“Mungkin apa ada kaitannya dengan kondisinya yang sakit atau yang lainnya, biar Inspektorat yang menyelidiki. Apabila perlu assessment dokter tentu akan kami lakukan. Kalau orang sadar seharusnya tidak sampai menggunakan kata-kata yang kurang pas,” ujarnya.

Baca Juga : Kembali Berulah, Kades Jenar Mengamuk Gegara Hajatan Warga Dibubarkan Satgas

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini