Covid-19 Varian Delta Kini Mendominasi Dunia

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 17 Juli 2021 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 18 2442177 covid-19-varian-delta-kini-mendominasi-dunia-pRsbbByodm.jpg Covid-19 varian Delta mendunia.(Foto:Antara)

WASHINGTON - Virus Covid-19 varian Delta kini mendominasi dunia. Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC AS), Rochelle Walensky saat acara jumpa pers mengungkapkan, kasus Covid-19 di AS meningkat 70 persen selama sepekan sebelumnya dan kematian naik 26 persen. Rochelle mengatakn, wabah terjadi di sebagian wilayah dengan tingkat vaksinasi yang rendah.

Berdasarkan data CDC AS, jumlah rata-rata sepekan terkait infeksi harian kini lebih dari 26.000 kasus, jauh lebih tinggi dari sekitar 11.000 kasus pada Juni.

"Ini menjadi pandemi bagi mereka yang tidak divaksin," katanya dilansir Antara.

Baca Juga: Tinjau Vaksinasi, Anies : Silakan Berbagi Pengalaman ke Masyarakat yang Belum Divaksin

Rochelle menambahkan, 97 persen orang yang masuk rumah sakit karena Covid-19 adalah mereka yang belum divaksin.

Walensky mengatakan, semakin banyak daerah di seluruh AS kini menunjukkan risiko transmisi Covid-19 yang tinggi. Perkembangan itu, memutarbalikkan penurunan risiko transmisi dalam beberapa bulan terakhir.

Sekitar satu dari lima kasus baru terjadi di Florida, menurut Koordinator Tanggap COVID-19 Gedung Putih Jeff Zients.

Varian Delta, yang secara signifikan sangat menular dibandingkan Covid-19 versi asli, telah terdeteksi di sekitar 100 negara secara global dan kini menjadi varian dominan di seluruh dunia, kata pakar penyakit menular AS Anthony Fauci.

"Kita sedang berhadapan dengan varian Covid-19 yang mengerikan," kata Fauci selama pembicaraan melalui telepon.

Walensky mendesak warga AS yang belum divaksin agar menerima suntikan Covid-19. Ia juga mengeklaim bahwa vaksin buatan Pfizer dan Moderna terbukti sangat ampuh melawan varian Delta.

Menurut Walensky, masyarakat harus menerima dosis kedua vaksin, bahkan jika mereka telah melewati batas waktu penerimaan.

Sekitar lima juta orang di AS telah mendapatkan vaksinasi dalam 10 hari terakhir, kata Zients, termasuk banyak di negara bagian yang sejauh ini memiliki tingkat vaksinasi yang rendah.

Ia menambahkan bahwa AS memiliki vaksin yang cukup untuk dijadikan dosis penguat, namun otoritas masih berupaya menentukan apakah dosis ketiga tersebut memang diperlukan.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini