Sambodo menambahkan, pengemudi ojol dapat melintasi pos penyekatan di jam berapapun dengan syarat mereka sedang mengantarkan makanan atau barang, atau sedang menjemput konsumen dengan menunjukkan bukti kepada petugas yang berjaga.
"Memang atribut ojek online kan dijual bebas, kami tidak mungkin cek satu persatu karena ribuan yang gunakan atribut itu. Apakah dia betul-betul mitra atau hanya memakai jaket saja agar bisa lolos penyekatan," tutur Sambodo.
Oleh karena itu, dia pun juga meminta bantuan kepada penyedia aplikasi layanan ojek daring untuk ikut membantu menertibkan mitra pengemudinya.
"Karena kalau kita kan tidak mungkin mengecek satu persatu. Jadi kerja sama yang baik juga teman-teman ojek online kan kadang di titik penyekatan antrian panjang jaid dimohon kesabarannya," ujar Sambodo.
(Sazili Mustofa)