Paus Fransiskus: Istirahat dan Matikan Ponsel

Antara, · Senin 19 Juli 2021 05:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 18 2442633 paus-fransiskus-istirahat-dan-matikan-ponsel-RXhPJOMrU3.jpg Paus Fransiskus memberikan khotbah mingguan dari jendela yang menghadap Alun-Alun Santo Pertus (Foto: Reuters)

VATIKAN - Paus Fransiskus muncul di depan publik untuk pertama kali sejak kembali ke Vatikan usai dirawat 11 hari di rumah sakit pada Minggu (18/7).

Dia menyampaikan pentingnya beristirahat dan melepaskan diri sejenak dari tekanan kehidupan modern.

"Mari berhenti sejenak dari kesibukan yang didikte oleh agenda kita. Mari kita belajar beristirahat, mematikan ponsel," kata Paus dalam khotbah mingguan dari jendelanya yang menghadap ke Alun-Alun Santo Petrus.

Paus yang berusia 84 tahun itu menjalani operasi pengangkatan sebagian usus besarnya pada 4 Juli lalu. Operasi ini menjadi gangguan kesehatan pertamanya yang serius selama delapan tahun memimpin umat Katholik sedunia.

Dia kembali ke Vatikan pada Rabu (14/7), dan dibantu para asisten untuk turun dari mobilnya.

(Baca juga: Turki Kecam Larangan Hijab Uni Eropa)

Dia tampak sehat pada Minggu (18/7), berbicara dengan suara yang cukup jelas meski tidak sekeras biasanya sebelum masuk rumah sakit. Dia tak menyebut soal perawatannya selama berkhotbah.

Ratusan orang berkumpul di alun-alun yang cerah itu dan bersorak saat dirinya muncul di jendela.

Seperti biasa, di ujung khotbahnya Paus Fransiskus menyinggung sejumlah peristiwa penting yang terjadi di dunia.

Dia mendesak diakhirinya kerusuhan massa di Afrika Selatan serta menyerukan perdamaian dan dialog di Kuba setelah serangkaian aksi protes, yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengguncang negara yang dikuasai partai komunis itu.

(Baca juga: Bayi di India Ini Diculik Dua Kali dalam Sebulan, Ini Alasannya)

"Saya juga dekat dengan orang-orang terkasih di Kuba di saat yang sulit seperti ini, terutama dengan keluarga yang sangat menderita," kata Fransiskus.

Dia juga menyebut banjir besar di Jerman, Belgia, dan Belanda yang menewaskan lebih dari 180 orang.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini