Tolak Vaksin Covid-19, Pengusaha Ini Malah Berikan Karyawannya Cuti Berbayar

Antara, · Jum'at 23 Juli 2021 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 18 2444871 tolak-vaksin-covid-19-pengusaha-ini-malah-berikan-karyawannya-cuti-berbayar-I5TXwe9LKi.jpg Brunello Cucinelli. (Foto: Reuters)

MILAN - Bos fesyen Italia Brunello Cucinelli menawarkan cuti berbayar enam bulan kepada para pekerjanya yang menolak divaksin Covid-19.

Saat pemerintah Italia memperdebatkan wajib tidaknya penyuntikan vaksin di sejumlah tempat kerja, Cucinelli mengatakan bahwa kurang dari 1 persen dari 1.200 pekerjanya memilih untuk tidak ikut dalam vaksinasi yang digelar perusahaannya sebulan lalu.

"Jelas di dalam perusahaan identitas mereka langsung diketahui. Sekarang, logikanya, para karyawan yang biasa bekerja pada meja yang sama tidak akan mau dekat-dekat dengan mereka yang tidak mau divaksin," kata Cucinelli pada harian La Repubblica dan La Stampa.

"Penawaran saya bagi mereka adalah tinggal di rumah dengan enam bulan tunjangan dan kemudian akan kita lihat," kata pengusaha itu.

Baca juga: Ombudsman: Harga Batas Atas Tes Antigen Harusnya Rp50.000-Rp100.000


Baca juga: Korban Pemukulan Satpol PP Dipolisikan karena Dituding Bohong soal Kehamilan

"Saya tak bisa memaksakan vaksin, tapi saya juga tak bisa mempertaruhkan mereka yang memutuskan untuk divaksin," lanjut dia.

Cucinelli, yang terkenal dengan sweater kasmirnya yang dibanderol USD1.000 dolar, sering mempromosikan apa yang disebutnya pendekatan "humanistik" pada kapitalisme, berdasarkan rasa hormat kepada manusia dan alam.

Perusahaannya berpusat di Solomeo di Italia tengah. Di mana dia memperbaiki jalan, menanam anggur, membangun teater, dan mendirikan sekolah seni dan kerajinan.

Tawarannya bagi pekerja yang enggan divaksin muncul ketika pelobi bisnis Italia, Confindustria, mengusulkan agar vaksinisasi Covid-19 wajib dilakukan di tempat kerja. Usulan itu tampaknya tak akan banyak membawa kemajuan akibat penentangan politis terhadap aturan semacam itu.

Vaksinasi sudah diwajibkan bagi tenaga kesehatan, dan pemerintahan Perdana Menteri Mario Draghi sedang berdebat apakah aturan itu diperluas ke petugas sekolah.

Baca juga: Terungkap Sosok Suami dan Pelakor yang Viral Digerebek Istrinya

Italia yang khawatir dengan lonjakan cepat infeksi virus corona juga tengah mempertimbangkan apakah hanya orang yang telah divaksin -minimal satu dosis- yang dibolehkan pergi ke bioskop, restoran, dan klub olahraga, mengikuti pembatasan serupa yang diberlakukan Prancis.

Para penentang aturan lebih ketat, termasuk pemimpin Liga Matteo Salvini yang partainya jadi bagian dari mayoritas berkuasa, mengatakan aturan itu melanggar kebebasan mereka yang tak mau divaksin, dan bisa menunda pemulihan ekonomi yang sangat diperlukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini