Korban Pemukulan Satpol PP Dipolisikan karena Dituding Bohong soal Kehamilan

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 23 Juli 2021 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 609 2444849 korban-pemukulan-satpol-pp-dipolisikan-karena-dituding-bohong-soal-kehamilan-bp8GTWy9wE.jpg Korban penamparan oknum Satpol PP di Gowa tidak hamil (Foto : iNews)

GOWA - Gantian, kini giliran korban pemukulan eks Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gowa, Mardani Hamdan, yang dilaporkan ke polisi. Alasannya pasangan suami istri (pasutri) korban pemukulan yakni Nur Halim dan Amriana dianggap menyebarkan kebohongan soal kehamilan.

Laporan tersebut dilayangkan dari organisasi masyarakat (ormas) Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulsel dengan melaporkan korban pemukulan Satpol PP Gowa karena dituding telah menyebarkan berita bohong terkait kehamilannya.

"Iya, kemarin mereka memasukkan pengaduannya," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Gowa, Ajun Komisaris Polisi Mangatas Tambunan, Jumat (23/7/2021).

Mangatas mangatakan BMI Sulsel yang diketaui Muhammad Zulkifli S menuding pasutri pemilik kafe Ivan Riana itu berbohong di media sosial (medsos).

Baca Juga : Ibu yang Ditampar Petugas Satpol PP Ternyata Tidak Hamil

Sementara itu, Ketua BMI Sulsel, Zulkifli S mengaku dirinya melaporkan Nur Halim dan Amriana karena menuding pasutri tersebut telah menyebarkan berita bohong soal kehamilan.

"Berdasarkan hasil medis dia kan negatif (hamil). Ucapan suaminya di medsos kalau istrinya hamil ini sudah tidak benar," kata dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini