Kibarkan Bendera Putih, Warga Surabaya Menyerah Hadapi PPKM Darurat

Mohamad Yan Yusuf, MNC Portal · Jum'at 23 Juli 2021 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 519 2444873 kibarkan-bendera-putih-warga-surabaya-menyerah-hadapi-ppkm-darurat-yeQejWNtrU.png Bendera putih dikibarkan warga Surabaya, mereka menyerah dengan PPKM (Foto : Instagram)

SURABAYA - Bendera putih dikibarkan oleh masyarakat Ampel Surabaya menghadapi PPKM Darurat yang diperpanjang beberapa waktu lalu. Menurutnya langkah ini diambil karena tabungan mereka sudah habis dalam menghadapi PPKM.

Hal itu terungkap usai akun instagram @cetul.22 mempostingnya, Jumat (23/7/2021). 11 ribu pengguna instagram telah menyukai postingan tersebut.

"Sejumlah warga Jalan Sasak Kawasan Wisata Religi Ampel Surabaya mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah terhadap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Baca Juga : Kisah Viral saat PPKM Darurat, Mulai dari Menikah hingga Jualan Laris Manis

Dalam postingan itu memperlihatkan bagaimana seorang pria yang memperlihatkan adanya pengibaran bendera putih yang dilakukan masyarakat disana. Bendera itu kemudian dipasang di depan ruko ruko milik warga.

"Ini menandakan kami menyerah dengan kondisi ini," katanya dituturkan warga dalam video.

Menurut perekam yang dituturkan si akun memperlihatkan bahwa saat ini kondisi PPKM sangat mengganggu keuangan masyrakat. Pemerintah hanya mementingkan kesehatan tanpa memikirkan finansial uang yang kini tergerus akibat PPKM yang terus diperpanjang.

Mereka pun telah bersurat kepada pemerintah pusat dan Presiden Jokowi.

Postingan mendapatkan reaksi warganet, melalui laman komentarnya mereka menilai apa yang dilakukan belum menyerah.

"Bendera putih tapi masih bisa merokok ngopi yang notabene menghambur2kan uang," kata @dy_ghie***.

"Wong isone mung nyadong Yo ngene iki awak seger waras ga gelem rekoso golet pangan..cuk," kata @aryasatyasadiki***.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini