Selain menyampaikan dukungan dan rasa bangganya kepada para atlet Merah Putih, pada kesempatan itu ia juga mengimbau agar para atlet, pelatih dan anggota kontingen Indonesia lainnya yang saat ini sedang berjuang atas nama rakyat Indonesia tetap menjaga kesehatan dan mematuhi prokes. “Yang paling terpenting di tengah pandemi seperti ini harus menjaga kesehatan,” ucapnya.
Pandemi Covid-19 terbukti tidak menyurutkan para atlet untuk tetap bersemangat meraih prestasi terbaik di ajang internasional ini. Menpora juga menambahkan bahwa ke 28 atlet yang lolos ke Tokyo sudah melalui klasifikasi, “Mereka yang lolos ke Tokyo sudah melalui kualifikasi, setelah lolos kualfikasi mereka tetap berlatih. Kita berharap dari apa yang mereka siapkan baik secara fisik maupun mental,” tutur Menteri Amali.
Olimpiade Tokyo 2020 secara resmi dibuka pada Jumat 23 Maret 2021 dengan memperebutkan 33 cabang olahraga dan diikuti oleh 204 negara. Indonesia sendiri melalui Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memutuskan untuk turut ambil bagian dalam 8 cabang olahraga (cabor).
Kedelapan cabor yang diikuti yaitu, atletik, panahan, rowing, menembak, bulu tangkis, angkat besi, renang, dan angkat berat. Kedelapan cabor ini ditargetkan dapat meraih prestasi maksimal yang berdampak pada peningkatan raihan peringkat bagi Indonesia. Sehingga, kata Menpora, semua cabang olahraga yang sudah lolos kualisifkasi diharapakan bisa berkontribusi pada peningkatan peringkat.
Foto dok : NOC Indonesia
Perunggu di cabang angkat besi kelas 49 kilogram putri yang diraih lifter putri, Windy Cantika Aisah, menjadi medali pertama yang diraih kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Atlet asal Jawa Barat itu berhasil mengangkat beban total 194 kg dengan rincian 84 kg snatch dan 110 kg clean & jerk. Windy yang baru 19 tahun itu berhasil merebut medali perunggu, sedangkan perak diraih Chanu Mirabai (India) dan emas diraih oleh lifter Hou dari China.
Usai mendapatkan kabar lifter Windy meraih medali perunggu. Menpora Amali yang juga mewakili Presiden Jokowi langsung video call pelatih angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja dan CdM kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo, Rosan Perkasa Roeslani dan Windy sendiri sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas pencapaian yang luar biasa tersebut.