Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah 'Atlantis' yang Hilang di Mediterania: Berumur Singkat, tapi Diperebutkan Tiga Negara

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 25 Juli 2021 |09:09 WIB
Kisah 'Atlantis' yang Hilang di Mediterania: Berumur Singkat, tapi Diperebutkan Tiga Negara
Foto: Getty Images.
A
A
A

"Dan posisi pulau itu sangat menguntungkan untuk mengontrol jalur perdagangan komersial di sepanjang rute ke Timur Tengah."

Lebih penting lagi, perairan di sekitar pulau itu dipenuhi dengan "privateer" - kapal-kapal yang diizinkan oleh negara untuk menjarah kapal dagang dari negara musuh.

Inggris, Prancis, dan Kerajaan Dua Sisilia semuanya memiliki privateer mereka sendiri, yang sebagian besar terlibat dalam "perang" dengan kapal-kapal dari kekaisaran Ottoman.

Oleh karena itu, sebidang tanah yang baru timbul di lepas pantai Sisilia, dapat membantu pemiliknya menguasai perairan.

Tak heran jika setiap negara mencoba mengklaim pulau itu sebagai milik mereka.

Mengingat lokasi pulau itu, Kerajaan Dua Sisilia mungkin tampak memiliki klaim yang paling meyakinkan.

Pulau itu terletak di antara kota pesisir Sciacca, dan Pantelleria, pulau vulkanik lain yang jauh lebih kuno yang sudah menjadi bagian dari wilayah kerajaan.

Mereka menyebutnya Ferdinandea, untuk menghormati Raja Ferdinando II.

Sayang bagi warga Sisilia, para pelaut Inggris mengaku sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di pulau yang baru terbentuk.

Mereka mengklaim itu terra nullius - bebas untuk diduduki siapa pun - dan memasang bendera mereka.

Mereka menamai pulau itu Graham, untuk menghormati First Lord of the Admiralty, Sir James Graham. (Graham tidak pernah benar-benar mengunjungi pulau itu.)

Prancis pun tak mau menyia-nyiakan peluang.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement