Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah 'Atlantis' yang Hilang di Mediterania: Berumur Singkat, tapi Diperebutkan Tiga Negara

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 25 Juli 2021 |09:09 WIB
Kisah 'Atlantis' yang Hilang di Mediterania: Berumur Singkat, tapi Diperebutkan Tiga Negara
Foto: Getty Images.
A
A
A

Negara itu mengirim surveyor untuk memetakan medan, dan menancapkan bendera mereka di titik tertinggi pulau itu. Mereka menyebutnya Julia - seperti bulan kelahiran pulau itu.

Perselisihan berlanjut selama lima bulan, selama waktu itu, pulau setinggi 61 meter itu sudah mulai tenggelam.

"Pada akhir September, tingginya sekitar 18 meter. Satu bulan kemudian, tingginya hanya beberapa kaki. Dan akhirnya, antara Desember 1831 dan Januari 1832 - itu benar-benar menghilang," kata Cavallaro.

Masalahnya, katanya, adalah bahwa dasar pulau itu sebagian besar terbentuk dari batuan scoria - juga dikenal sebagai "sinder".

"Mereka sangat rapuh, dan dapat dengan mudah terkikis oleh gelombang laut," kata Cavallaro.

Cukup mencengangkan, survei Prancis telah memperingatkan kemungkinan ini. Namun demikian, negara itu terus mengeklaim kepemilikan batu yang menghilang dengan cepat.

Menemukan Neverland

Prospek pijakan yang strategis di Mediterania mungkin telah berakhir dengan kekecewaan bagi ketiga pihak, tetapi pulau berumur pendek terbukti menjadi inspirasi bagi banyak penulis, termasuk Jules Verne. 

"Dia mengetahui kisah pulau itu karena pulau itu terkenal di Prancis di kalangan geologis," kata Salvatore Ferlita, seorang profesor sastra Italia di Universitas Kore di Enna.

Penulis legendaris tersebut menyebutkan pulau itu dalam novel bertajuk In Search of Castaways dan pulau itu menjadi pulau harta karun dalam novel dia selanjutnya, Captain Antifer.

Bahkan ada kemungkinan bahwa novel Neverland karya JM Barrie - rumah dari tokoh ciptaannya yang paling terkenal, Peter Pan - telah terinspirasi oleh "pulau yang tidak ada di sana", kata Ferlita.

Antara mitos dan legenda, dan meskipun menghilang, pulau itu tidak pernah meninggalkan imajinasi populer, dan selama dua abad berikutnya, tanda-tanda aktivitas gunung berapi yang jelas telah meningkatkan harapan bahwa pulau itu - atau yang sangat mirip - suatu hari nanti dapat kembali muncul di Selat Sisilia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement