Ajudan Trump Bantah Jadi Agen Asing, Mengaku Tidak Bersalah

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 27 Juli 2021 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 18 2446555 dituduh-bekerja-sebagai-agen-asing-ajudan-trump-mengaku-tidak-bersalah-ROo9AbjoMN.jpg Mantan penasihat mantan Presiden Donald Trump, Thomas Barrack (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Investor miliarder dan mantan penasihat mantan Presiden Donald Trump, Thomas Barrack mengaku tidak bersalah atas tuduhan bertindak sebagai agen pemerintah asing. Barrack, 74, adalah ajudan utama Trump selama kampanye pada 2016. Dia dituduh melobi secara ilegal atas nama Uni Emirat Arab (UEA) selama dan setelah pemilihan, serta berbohong kepada Biro Investigasi Federal (FBI).

Barrack memasukkan pembelaannya tidak bersalah selama penampilan pengadilan pertamanya pada Senin (26/7) di New York City.

Mantan pejabat Trump ini menghadapi tuduhan federal konspirasi, menghalangi keadilan dan membuat beberapa pernyataan palsu kepada FBI selama wawancara 2019. Dia ditangkap di California minggu lalu.

“Seperti yang Anda harapkan, sistem bekerja ... Anda semua akan melihat bahwa saya 100% tidak bersalah,” terang Barrack kepada wartawan saat meninggalkan pengadilan pada Senin (26/7).

(Baca juga: Miliarder Najib Mikati Ditunjuk Sebagai PM Baru Lebanon)

Karyawan Barrack, Matthew Grimes, juga menghadapi tuduhan lobi ilegal dan mengaku tidak bersalah pada Senin (26/7). Seorang warga negara UEA, Rashid Sultan Rashid Al Malik Alshahhi, 43, juga didakwa dan masih buron.

Ketiga pria tersebut dituduh secara tidak sah mencoba untuk mempromosikan kepentingan pemerintah UEA dengan menggunakan koneksi Barrack untuk mempengaruhi pejabat dan media.

Mereka juga diduga mempromosikan pencalonan individu yang disukai UEA sebagai duta besar AS untuk Abu Dhabi.

Barrack, yang juga menjabat sebagai ketua komite pelantikan Trump, telah berteman dengan mantan Presiden itu selama empat dekade.

(Baca juga: Korban Tewas Banjir China Bertambah jadi 69 Orang, 5 Masih Hilang)

Investor kaya itu adalah mantan ajudan Trump terbaru yang menghadapi tuntutan pidana, seperti mantan ketua kampanye Paul Manafort dan mantan pengacara Trump Organization Michael Cohen.

Menurut rencana, pengadilan berikutnya akan digelar pada 2 September mendatang.

Saat ini Barrack bebas dengan jaminan USD250 juta (Rp3,6 triliun), tetapi harus memakai gelang kaki GPS elektronik, membatasi perjalanannya dan mengikuti jam malam.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini