Baca juga: Kisah Cinta Raden Wijaya dengan 4 Putri Kertanegara dan Dara Petak
Sapungkurira sun akirim surat maring tatar, apan parahu saking tatar mangke hana adagang merene. Hana parahunisun, sun kon milua maring tatar, angajak amerep ing Daha; lamun huwus kalah sang ratu ring daha, hana rajaputri ring tumapel hayu, sanusa jawa tan hanamadani, irika akua ring ratu tatar, iku pangapusisun ing ratu tatar...”.
Yang artinya adalah "Raden Wijaya mengajak Wiraraja menyerang Daha, namun Wiraraja tidak tergesa-gesa menerimanya dan berkata kepada utusannya: jangan tergesa-gesa dahulu, aku masih mempunyai muslihat, aku akan berteman dengan raja orang Tatar yang akan kutawari seorang puteri bangsawan. Hendaklah kamu pulang ke Majapahit sekarang.
Sepeninggalmu, aku akan berkirim surat ke Tatar karena perahu orang-orang Tatar yang berdagang sedang menuju ke sini. Aku mempunyai perahu yang akan kusuruh ikut serta ke Tatar, agar menyampaikan ajakan untuk menyerang Daha. Jika raja Daha telah kalah maka puteri-puteri bangsawan di Tumapel, yang cantik dan tak ada yang menyamainya di seluruh Jawa, itu dapat dimiliki oleh raja Tatar, demikian muslihatku terhadap raja Tatar...”. (din)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.