Perusahaan Senapan Tawarkan Ganti Rugi Rp478 Miliar kepada Korban Penembakan

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 29 Juli 2021 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 18 2447628 perusahaan-senapan-tawarkan-ganti-rugi-rp478-miliar-kepada-korban-penembakan-BLDtH5QLhZ.jpg Perusahaan senjata api tawarkan ganti rugi ke keluarga korban penembakan (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Perusahaan yang membuat senapan yang digunakan dalam salah satu penembakan sekolah terburuk di Amerika Serikat (AS) telah menawarkan USD33 juta (Rp478 miliar) untuk beberapa keluarga korban penembakan.

Penyelesaian yang diusulkan perusahaan pembuat senjata tertua di Amerika ini datang sebagai bagian dari sidang pembantaian Sandy Hook 2012 yang meminta tanggung jawab Remington.

Itu juga datang sebagai tanggapan atas gugatan yang diajukan oleh keluarga dari sembilan dari 26 korban.

Setiap keluarga akan menerima sekitar USD3,66 juta (Rp53 miliar). Itu tergantung pada persetujuan hakim Alabama yang mengawasi kasus kebangkrutan Remington.

Itu jauh dari apa yang dicari keluarga. Pada Februari lalu, mereka berpendapat di pengadilan jika penyelesaian kematian yang salah dapat mencapai USD225 juta (Rp3,3 triliun), dengan total tuntutan hukuman mungkin melebihi USD1 miliar (Rp14,5 triliun).

(Baca juga: AS Klaim China Perbanyak Fasilitas Bawah Tanah untuk Simpan dan Luncurkan Rudal Nuklir)

Seorang pengacara untuk keluarga mengatakan mereka akan "mempertimbangkan langkah selanjutnya" mengenai tawaran itu.

"Sejak kasus ini diajukan pada 2014, fokus keluarga adalah mencegah Sandy Hook berikutnya," kata pengacara Josh Koskoff dalam sebuah pernyataan.

"Bagian penting dari tujuan itu telah menunjukkan kepada bank dan perusahaan asuransi bahwa perusahaan yang menjual senjata serbu kepada warga sipil penuh dengan risiko keuangan,” lanjutnya.

Remington, yang terkenal dengan senapannya, didirikan pada 1816. Setelah diketahui bahwa senapan semi-otomatis Remington digunakan dalam pembunuhan Sandy Hook, anggota keluarga korban mengajukan gugatan terhadap pembuat senjata tersebut dengan tuduhan bahwa senjata gaya militer tidak boleh dijual kepada warga sipil.

(Baca juga: 32 Wartawan Masih Ditahan di Myanmar)

Kasus ini telah mengalami banyak liku-liku. Remington mengklaim itu dilindungi oleh undang-undang 2005 yang mencegah pembuat senjata bertanggung jawab jika produk mereka digunakan dalam kejahatan.

Pada 2019, Mahkamah Agung mengizinkan kasus terhadap Remington untuk dilanjutkan.

Penembakan sekolah di Connecticut mengejutkan AS, negara yang sudah akrab dengan kejahatan senjata di sekolah. Pelaku membunuh 20 murid dan enam guru. Dia sebelumnya menembak mati ibunya. Saat polisi mendekati sekolah, dia bunuh diri.

Meskipun banyak kematian anak-anak berusia enam dan tujuh tahun, namun tidak ada undang-undang kontrol senjata nasional baru yang disahkan setelah penembakan Sandy Hook.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini