PM Australia: Vaksinasi Tidak Akan Akhiri 'Lockdown' di Sydney

Antara, · Kamis 29 Juli 2021 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 18 2448021 pm-australia-vaksinasi-tidak-akan-akhiri-lockdown-di-sydney-mVFH2zQXo2.jpg Sydney lockdown akibat Covid-19 (Foto: Antara/Reuters)

SYDNEY - Perdana Menteri Australia Scott Morrison menegaskan vaksinasi saja tidak akan mengakhiri penguncian Covid-19 (lockdown) di Sydney karena penduduk kota terbesar di negara itu menghadapi satu bulan lagi di bawah pembatasan ketat untuk membasmi wabah varian Delta.

"Maksud saya, itu pasti dapat membantu ... tingkat rendah (vaksinasi) yang perlu kita tingkatkan dan itu pasti akan membantu upaya penguncian tetapi dengan sendirinya itu tidak akan menghentikan penguncian," terangnya.

Morrison berharap penguncian yang diperpanjang dan pembatasan yang lebih ketat pada pergerakan yang diberlakukan di daerah-daerah yang terkena dampak terburuk di Sydney dapat menahan varian Delta yang "sangat mematikan".

Dengan hanya sekitar 17 persen orang di atas 16 tahun yang divaksinasi penuh di negara bagian New South Wales, dengan ibu kota Sydney, infeksi terus meningkat meskipun "Greater Sydney" dikunci sejak 26 Juni lalu.

(Baca juga: Iran Akan Mulai Produksi Vaksin Covid-19 Buatan Kuba)

Lebih dari 2.500 kasus telah terdeteksi sejauh ini dalam wabah terburuk negara bagian tahun ini, dengan 165 orang dirawat di rumah sakit. Lima puluh enam berada dalam perawatan intensif, 22 di antaranya membutuhkan ventilator.

"Apa yang kami lihat adalah angka yang susah dihilangkan... kami tidak akan berpura-pura bahwa kami memiliki setiap jawaban karena kami tidak memilikinya," kata Wakil Pemimpin Negara Bagian John Barilaro.

Sebanyak 177 kasus terdeteksi, sebagian besar di ibu kota negara bagian Sydney pada Rabu - kenaikan harian terbesar sejak Maret 2020.

(Baca juga: Arab Saudi Evakuasi Warganya yang Terpapar Covid-19 dari Indonesia)

Penguncian yang diperpanjang di "Greater Sydney" terhadap sekitar 6 juta orang diperkirakan akan berdampak besar pada ekonomi Australia senilai 2 triliun dolar Australia atau sekitar Rp21.339 triliun dengan banyak bisnis terpaksa ditutup, meningkatkan prospek negara yang mencatat resesi kedua dalam beberapa tahun.

Menteri Keuangan Josh Frydenberg mengatakan dia memperkirakan ekonomi nasional menyusut pada kuartal September tetapi berharap Australia dapat menghindari resesi jika New South Wales menekan wabah segera.

"Sehubungan dengan kuartal Desember, itu sangat bergantung pada seberapa sukses New South Wales, ekonomi negara bagian terbesar kita, dalam mengatasi virus ini," ujarnya.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini