Bicara Perubahan Iklim, Biden Singgung RI Pindah Ibukota karena Diproyeksikan Akan Tenggelam

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 30 Juli 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 18 2448425 bicara-perubahan-iklim-biden-singgung-ri-pindah-ibukota-karena-diproyeksikan-akan-tenggelam-fsagb2Xdpb.jpg Presiden AS Joe Biden (Foto: Reuters)

WASHINGTONPresiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan perubahan iklim adalah hal yang mengancam AS. Hal itu diberitahukan Departemen Pertahanan saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) AS.

 Dia menjelaskan bahaya perubahan iklim berdampak pada semua negara. Tantangan iklim telah mempercepat ketidakstabilan di negara di AS dan di seluruh dunia. Dia mengatakan peristiwa cuaca ekstrem yang lebih umum dan lebih mematikan, kerawanan pangan dan air, naiknya permukaan laut, ikut mengakibatkan perubahan iklim dan mendorong migrasi yang lebih besar dan menimbulkan risiko mendasar bagi komunitas yang paling rentan.

 “Jika, pada kenyataannya, permukaan laut naik 2,5 kaki (76 sentimeter), Anda akan memiliki jutaan orang yang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur. Anda melihat apa yang terjadi di Afrika Utara. Apa yang membuat kita berpikir ini tidak penting? Itu bukan tanggung jawab Anda, tetapi itu adalah sesuatu yang Anda tonton karena Anda tahu apa yang akan terjadi,” terangnya melalui pidato yang dirilis situs resmi Gedung Putih pada Selasa (27/7).

Bahkan, Biden sempat menyinggung jika Indonesia harus memindahkan ibukotanya karena diproyeksikan akan tenggelam dalam sepuluh tahun ke depan.

(Baca juga: Jelang Pelantikan Joe Biden, Monumen Washington Ditutup untuk Wisata)

“Orang-orang Muslim, dan satu-satunya perbedaan adalah kulit hitam dan/atau Arab, saling membunuh ribuan demi lahan subur — sebidang tanah subur — di Afrika Tengah Utara. Tapi apa yang terjadi — apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?,” tanyanya.

“Itu penting. Ini adalah pertanyaan strategis sekaligus pertanyaan lingkungan,” lanjutnya.

Dia menjelaskan kondisi Arktik yang memanas secara dramatis membuka persaingan untuk sumber daya yang dulunya sulit diakses.

(Baca juga: FBI Peringatkan Adanya Protes Bersenjata saat Pelantikan, Biden: Saya Tidak Takut!)

“Itulah yang saya maksud tentang perubahan dunia. Apa yang akan terjadi pada doktrin strategis kita dalam 2, 5, 10, 12 tahun ke depan, ketika Anda dapat menghindari Kutub Utara tanpa pemecah es?,” ungkapnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini