Alasan Pelaku Ludahi Pegawai PLN: Emosi Listrik Akan Diputus saat Sedang Layani Pembeli

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Sabtu 31 Juli 2021 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 31 608 2449024 alasan-pelaku-ludahi-pegawai-pln-emosi-listrik-akan-diputus-saat-sedang-layani-pembeli-cWNJoVtUyY.JPG Reza saat dihadirkan di gelar perkara kasus meludahi pegawai PLN (Foto: MPI/Wahyudi)

MEDAN - MRS alias Reza, pemuda yang meludahi petugas PLN di Medan, Sumatera Utara, mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya. Ia menyebut aksinya itu dilakukan karena tak mampu lagi mengontrol emosi.

"Saya mengaku apa yang saya lakukan salah. Saya emosi saat itu," kata Reza di Mapolsek Medan Kota, Sabtu (31/7/2021).

Reza menyatakan emosinya memuncak setelah melihat para petugas PLN memaksa akan memutus sementara jaringan listrik di cafe miliknya yang memang telah menunggak tagihan listrik. Padahal waktu itu, ibunya telah memohon agar pemutusan tidak dilakukan.

"Ibu saya sudah memohon. Tapi mereka bersikeras. Padahal di dalam (cafe) masih ada pelanggan. Kalau listrik diputus bagaimana kita bisa melayani pelanggan," sebutnya.

"Saat itu juga saya bertugas sendiri, saya menerima pesanan, saya juga baristanya," tukasnya.

Sementara itu, Wakapolsek Medan Kota, AKP AW Nasution, mengatakan tersangka ditangkap di SPBU Singapore Station, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Sabtu dini hari tadi sekitar pukul 01:00 WIB.

Tersangka Ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan atas laporan nomor STTLP/313/VII/2021/SPKT/ SEK/M.Kota/Polrestabes Medan/Poldasu. Laporan itu dibuat oleh korban Ayu Miranda.

“Tersangka dikenakan pasal 335 ayat 1 subs 315,” ujar AKP AW Nasution.

Sebelumnya, rekaman video yang menunjukkan tindak perbuatan tak menyenangkan oleh seorang pria terhadap petugas PLN, pada Kamis 29 Juli 2021 pukul 15:02 WIB di Jalan Halat, Kelurahan Pasar Merah Barat, Kota Medan, viral di media sosial. Pria yang belakangan diketahui berinisial MRS alais Reza itu mendadak emosi ketika petugas hendak menyampaikan tagihan listriknya.

Pelanggan tersebut tercatat memiliki tunggakan rekening listrik bulan Juli 2021. Saat petugas menyampaikan tagihan piutang pelanggan sebesar Rp 719.749 disertai denda keterlambatan sebesar Rp 75.000 sesuai ketentuan yang berlaku, pria tersebut berkeberatan. Pria tersebut bahkan menyampaikan penghinaan, pelemparan batu, memukul kaca mobil, bahkan meludahi petugas.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini