Nasibnya di Ujung Tanduk, PM Malaysia Menolak Mundur

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 04 Agustus 2021 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 18 2450866 nasibnya-di-ujung-tanduk-pm-malaysia-menolak-mundur-NQsJbiKyj2.JPG Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada Rabu (4/8/2021) menolak tekanan yang menuntutnya untuk mundur dengan mengatakan bahwa dirinya akan mempertahankan dukungan di antara anggota parlemen. Muhyiddin mengatakan akan membuktikan legitimiasi itu saat parlemen Malaysia kembali bersidang bulan depan.

Berbicara dalam pidato yang disiarkan televisi, Muhyiddin mengatakan Raja Al-Sultan Abdullah setuju bahwa dia harus tetap berkuasa sambil menunggu mosi percaya, meskipun beberapa anggota koalisinya telah menarik dukungannya.

BACA JUGA: Mantan Menteri Termuda Malaysia, Syed Saddiq Didakwa Atas Tuduhan Korupsi 

Posisi Muhyiddin di puncak kekuasaan telah genting sejak dia dilantik menjadi perdana menteri pada Maret 2020. Namun, Raja Malaysia sampai sekarang masih membantunya bertahan untuk menghindari kekacauan politik di saat negara itu berjuang melawan lonjakan infeksi Covid-19 dan dampak ekonomi dari penguncian.

Tekanan terhadap Muhyiddin untuk mundur kembali muncul pekan lalu setelah raja mengeluarkan teguran atas langkah pemerintah untuk mencabut undang-undang darurat tanpa persetujuannya, sebuah tindakan yang dikatakan istana bertentangan dengan konstitusi.

BACA JUGA: Viral Netizen Malaysia Ramai-Ramai Ajak Kibarkan Bendera Putih di Rumah

Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), blok terbesar dalam aliansi penguasa Muhyiddin, mengatakan Muhyiddin telah kehilangan legitimasi setelah teguran itu. UMNO juga menyatakan bahwa beberapa anggota parlemennya telah menulis surat kepada raja untuk menarik dukungan mereka.

"Saya telah memberi tahu raja bahwa saya telah menerima sejumlah pernyataan dari anggota parlemen yang meyakinkan saya bahwa saya masih memiliki kepercayaan mayoritas anggota parlemen saat ini," kata Muhyiddin dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, sebagaimana dilansir Reuters.

Muhyiddin tampak diapit oleh sembilan anggota parlemen, termasuk wakil perdana menteri dan politikus UMNO Ismail Sabri Yaakob.

"Namun, saya sadar bahwa posisi saya sebagai Perdana Menteri terus dipertanyakan. Oleh karena itu, saya telah memberi tahu Raja bahwa saya akan menentukan legitimasi saya sebagai Perdana Menteri di Parlemen," katanya.

Muhyiddin mengatakan gejolak politik dipicu oleh "pihak-pihak tertentu" yang tuntutannya ditolaknya, termasuk membebaskan individu yang menghadapi tuduhan korupsi.

"Ini termasuk dorongan bagi saya untuk mencampuri urusan pengadilan untuk membebaskan beberapa orang yang diadili karena tindak pidana," kata Muhyiddin. Meskipun dia tidak menyebutkan pihak yang dimaksud, Muhyiddin diduga merujuk pada UMNO yang beberapa politisinya menghadapi tuduhan korupsi, termasuk mantan perdana menteri Najib Razak dan pimpinannya Ahmad Zahid Hamidi.

Keduanya termasuk di antara mereka yang menarik dukungan untuk Muhyiddin minggu ini.

Tahun lalu, Muhyiddin dipilih oleh raja untuk membentuk pemerintahan bersama UMNO dan partai-partai lain yang kalah dalam pemilu 2018. Tapi dia terus-menerus ditantang oleh beberapa anggota parlemen UMNO.

Malaysia multi-etnis adalah monarki konstitusional dan peran raja dirotasi di antara sembilan sultan - penguasa tradisional Melayu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini