WHO Serukan Tangguhkan Vaksin Booster Demi Salurkan Vaksin Covid-19 untuk Negara-Negara Miskin

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 05 Agustus 2021 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 18 2451260 who-serukan-tangguhkan-vaksin-booster-demi-salurkan-vaksin-covid-19-untuk-negara-negara-miskin-2Unq8N1o6F.jpg Negara miskin alami lonjakan kematian akibat Covid-19 yang sangat tinggi (Foto: Reuters)

NEW YORK - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyerukan penangguhan vaksin penguat (booster) untuk Covid-19 setidaknya hingga akhir September.

Kepala WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jeda akan memungkinkan setidaknya 10% dari populasi di setiap negara untuk divaksinasi.

Sejumlah negara termasuk Israel dan Jerman telah mengumumkan rencana untuk memberikan dosis ketiga sebagai penguat. Tapi Dr Tedros telah memperingatkan negara-negara miskin tertinggal.

Menurut WHO, negara-negara berpenghasilan rendah hanya mampu memberikan 1,5 dosis untuk setiap 100 orang karena kurangnya pasokan.

Dr Tedros mengatakan bahwa perlu ada pembalikan dan sebagian besar vaksin harus diberikan ke negara-negara berpenghasilan rendah.

(Baca juga: Meksiko Tuntut Perusahaan Senapan AS Atas Perdagangan Senjata Ilegal, Minta Ganti Rugi Rp143 Triliun)

"Saya memahami kepedulian semua pemerintah untuk melindungi rakyatnya dari varian Delta. Tetapi kami tidak dapat menerima negara-negara yang telah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global menggunakan lebih banyak lagi," terangnya.

Ini adalah seruan keras dari WHO, karena badan tersebut berusaha untuk mempersempit kesenjangan antara negara-negara berpenghasilan tinggi dan berpenghasilan rendah.

WHO ingin 10% orang di setiap negara divaksinasi bulan depan, tetapi target itu tidak mungkin terpenuhi pada lintasan saat ini.

(Baca juga: China Targetkan Vaksinasi Siswa untuk Kendalikan Lonjakan Covid-19)

Di Haiti dan Republik Demokratik Kongo, tidak ada penduduk yang menerima dua dosis vaksin.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini