Varian Delta Menyebar, China Tingkatkan Upaya Lindungi Beijing

Antara, · Senin 09 Agustus 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 18 2452809 varian-delta-menyebar-china-tingkatkan-upaya-lindungi-beijing-DxlLL9uPmG.jpg Varian Delta Covid-19 melonjak, China berusaha melindungi Beijing (Foto: Antara/Reuters)

BEIJING - China meningkatkan upaya untuk melindungi ibu kota Beijing, ketika kenaikan kasus Covid-19 yang dipicu varian Delta meluas ke sejumlah kota di negara itu.

Komisi Kesehatan Nasional pada Sabtu melaporkan 107 kasus terkonfirmasi baru di China daratan untuk 6 Agustus, dibandingkan 124 pada hari sebelumnya.

Dari 107 kasus baru itu, 75 kasus merupakan penularan lokal yang sebagian besar berasal provinsi timur Jiangsu. Kasus lokal sehari sebelumnya mencapai 80.

Seperti dilaporkan Beijing Daily dari hasil pertemuan pejabat setempat pada Sabtu (7/8), Warga Beijing yang sedang berada di daerah dengan risiko lebih tinggi harus menunda kepulangan mereka, sementara dari daerah lain mereka wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19.

Langkah-langkah pencegahan pandemi di jalur kereta, jalan raya, dan bandara mesti diperkuat.

Sejumlah pejabat daerah telah dipanggil pemerintah Beijing karena melonggarkan pengetatan yang membuat varian Delta masuk dari berbagai tempat.

(Baca juga: Lagi, 15 Pejabat Dipecat dan 1 Ditahan Akibat Varian Delta Melonjak)

Untuk mengatasi penularan, beberapa kota telah memulai serangkaian tes massal untuk menemukan pembawa virus.

Pembatasan perjalanan antarkota diberlakukan, dan ruang-ruang berkumpul publik seperti tempat hiburan telah ditutup atau dibatasi.

Namun seorang pejabat kesehatan mengatakan pekan lalu dia memperkirakan wabah terbaru di China sebagian besar bisa dikendalikan dalam beberapa pekan.

China melaporkan 32 kasus tanpa gejala, yang tidak dihitung sebagai kasus terkonfirmasi, dibandingkan 58 kasus pada hari sebelumnya.

(Baca juga: Varian Delta Mulai Menjalar ke Beijing)

Tak ada kematian baru yang dilaporkan. Hingga 6 Agustus, China mencatat 93.605 kasus terkonfirmasi dengan total kematian mencapai 4.636.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini