Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cetak Sejarah, Porter Perempuan di Machu Picchu: Kami Diberi Kesempatan Akhiri Diskriminasi

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 09 Agustus 2021 |17:57 WIB
Cetak Sejarah, Porter Perempuan di Machu Picchu: Kami Diberi Kesempatan Akhiri Diskriminasi
Para perempuan pertama bekerja di Inca Trail pada 2017. (Foto: Evolution Treks Peru)
A
A
A

Awalnya, mengingat situasi politik yang tidak stabil yang melanda Peru kala itu, hanya sedikit wisatawan berani mengunjungi Inca Trail, membuat pekerjaan porter terbatas.

Namun setelah kekalahan kelompok gerilya sayap kiri Shining Path pada awal 1990-an, pengunjung berbondong-bondong ke jalur pendakian tersebut.

'Normalisasi pelecehan dan diskriminasi' 

Pada 2001, peraturan Inca Trail yang baru mensyaratkan izin untuk trekker dan juga porter; hari ini, 300 porter dan pemandu mendukung sekitar 200 wisatawan setiap hari.

Namun hingga baru-baru ini, hanya pria yang dipekerjakan untuk pekerjaan itu.

"Di negara kami, pelecehan dan diskriminasi kerap kali dinormalisasi," ujar Sonaly Tuesta, jurnalis dan produser televisi di Peru.

Ia memproduksi sebuah film dokumenter tentang porter perempuan di Inca Trail, berjudul Sinchichasqua Warmi (Powerful Woman).

Ia mendapati para porter perempuan harus terus berjuang saat mereka bertarung dengan sistem patriarkal yang mengabaikan, menyerang, dan melakukan kekerasan.

"Mengakui pekerjaan perempuan, memberi mereka alat untuk mendapatkan kembali harga diri dan membangkitkan aktivisme di dalamnya, menurut saya penting untuk mulai mengubah banyak hal."

Evolution Treks Peru didirikan pada 2015 sebagai operator tur yang beretika oleh Góngora, mantan porter, dan mitra bisnisnya, Amelia Huaraya Palomino.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement