Beijing Temukan Kasus Pneumonia Antraks Mematikan

Antara, · Selasa 10 Agustus 2021 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 18 2453722 beijing-temukan-kasus-pneumonia-antraks-mematikan-4yiR9JxN4J.jpg Ilustrasi bakteri antraks (Foto: Antara)

BEIJING - Otoritas kesehatan di Kota Beijing, China, mendapati kasus pneumonia antraks mematikan pada seorang warga Chengde, Provinsi Hebei.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) Beijing kepada pers, pada Senin (9/8) mengatakan seorang pasien tersebut dilarikan ke rumah sakit di Beijing dengan menggunakan ambulans empat hari setelah menunjukkan beberapa gejala antraks.  

Pasien tersebut memiliki riwayat dekat dengan sapi dan domba serta produk turunannya.

Antraks merupakan virus yang sangat mematikan jika penderitanya tidak dirawat dengan baik.

Media China, pada Selasa (10/8), mengatakan Bbcillus anthracis, patogen penyebab antraks, dikembangkan menjadi senjata biokimia dan telah digunakan pada abad ke-20.

(Baca juga: Guinea Konfirmasi Kasus Pertama Virus Marburg, WHO Lakukan Penyelidikan)

Menurut CDC, antraks lazim di antara sapi dan domba. Manusia biasanya terinfeksi setelah bersentuhan dengan hewan yang sakit atau produk yang terkontaminasi virus tersebut.

Biasanya, 95 persen dari kasus yang dilaporkan, penderitanya mengalami infeksi pada kulit yang dapat menyebabkan lecet dan nekrosis.

Yang paling berbahaya dari pneumonia antraks, ketika seorang pasien menghirup debu yang mengandung bacillus anthracis.

(Baca juga: 'Kapal Matahari' Milik Firaun Dipindahkan ke Museum Giza di Mesir)

Seseorang bisa terkena antraks usus setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, seperti daging, dan akan mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare.

Antraks dapat ditularkan langsung antarmanusia tetapi penularannya tidak secepat flu atau Covid-19. Penggunan antibiotik merupakan pengobatan yang efektif.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini