Ketika baju Robert digeledah ditemukan secarik surat, lukisan perempuan, dan belahan uang perak. Itulah belahan uang logam yang diberikan Surapati dahulu kepada Suzanna, sebagai simbol cinta kasih mereka yang abadi dan tak terpisahkan. Belahan satunya selama ini juga masih disimpan Surapati.
Sementara lukisan perempuan di kertas lusuh itu adalah sosok perempuan yang selama ini sangat dicintainya, Suzanna Moor. Segera maklumlah Surapati, bahwa Robert adalah anaknya sendiri.
“Itu dia potongan dari pada satu duit-duitan yang aku kasih mamamu sepotong dan aku simpan sepotong. Lihatlah, potongannya. Lihat kalau aku sambung cocok sekali.”
Baca juga: Kisah Untung Surapati dengan Gusik Kusumo Putri Kerajaan Mataram Dikejar VOC
Robert pun menunduk, ia harus mengakui bahwa orang yang di depannya, yang ia sebagai tentara ditugaskan untuk memata-matainya, ialah bapak kandungnya, Untung Surapati. Dari pembicaraannya dengan anaknya pula, Surapati akhirnya juga tahu bahwa Suzanna tidak pernah menikah lagi hingga akhir hayatnya.
“Sesudahnya engkau lahir, apakah mamamu kawin lagi dengan Tuan Ajudan Kuffeler?” tanya Surapati.
“Jangan bicara begitu. Aku punya mama bersetia seumur hidupnya dengan laki-laki yang sekali dicintainya, yang diakuinya sebagai suaminya yang sah! Sekalipun mamaku tidak pernah kawin lagi,” demikian jawab Robert.