Share

Belarusia Tolak Duta Besar AS dan Kurangi Staf Kedubes

Agregasi VOA, · Kamis 12 Agustus 2021 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 18 2454388 belarusia-tolak-duta-besar-as-dan-kurangi-staf-kedubes-jFs6NNQ5AI.jpg Presiden Belarusia Alexander Lukashenko (Foto: Sputnik)

BELARUSIA - Rezim pemimpin Belarusia yang otoriter Alexander Lukashenko menanggapi putaran terakhir sanksi Amerika Serikat (AS) dengan meminta Washington agar mengurangi staf kedutaannya di Minsk menjadi lima orang pada 1 September.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Belarusia Anatol Hlaz dalam sebuah wawancara yang dipasang di situs web kementerian pada 11 Agustus, mengatakan Minsk juga telah mencabut persetujuannya atas penunjukan Julie Fisher sebagai duta besar AS untuk Belarusia.

"Dengan mempertimbangkan bahwa Belarusia telah kehilangan kepercayaan pada pemerintahan AS saat ini, kami menangguhkan kerja sama di semua proyek, hibah, dan program baru yang dikoordinasikan oleh pemerintah AS sampai kepercayaan tersebut kembali," kata Hlaz dan menambahkan bahwa Minsk berhak mengambil tindakan tambahan di masa depan.

(Baca juga: China Hukum Warga Kanada 11 Tahun Penjara Atas Tuduhan Spionase)

Fisher, duta besar AS pertama untuk Belarus sejak 2008, dikonfirmasi oleh Senat pada Desember 2020 tetapi tidak bisa melaksanakan jabatannya di Minsk karena pemerintah Belarus menolak visanya.

Wawancara Hlaz muncul setelah Amerika, Inggris, dan Kanada mengumumkan sanksi perdagangan dan keuangan baru terhadap Belarus pada 9 Agustus, peringatan pertama pemilihan presiden yang memperpanjang kekuasaan Lukashenka selama beberapa dekade dan memicu gelombang protes yang belum pernah terjadi sebelumnya di tengah tuduhan pemungutan suara itu dimanipulasi.

Lukashenko, yang berkuasa sejak 1994, menanggapi protes-protes dengan melancarkan tindakan brutal. Lebih dari 32.000 orang telah ditahan, ribuan dipukuli oleh polisi di jalan-jalan dan dalam tahanan, dan dalam banyak kasus diduga disertai penyiksaan. Para pemimpin oposisi dipenjarakan atau dipaksa melarikan diri.

(Baca juga: Amnesty International: Tentara Ethiopia Perkosa Puluhan Wanita)

Sebagai tanggapan, Amerika, Uni Eropa, Kanada, Inggris, dan negara-negara lain telah menjatuhi Lukashenko, lingkaran dalamnya, dan perusahaan Belarus dengan beberapa putaran sanksi, membuat orang kuat Belarus terisolasi secara internasional, dan semakin bergantung pada dukungan Rusia.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini