Bungker Jepang sendiri, jelas dia, dalam perjalanannya pernah kembali ke tangan penjajah Belanda. Hal itu terjadi ketika penjajahan Jepang berakhir dengan kembali datangnya penjajah Belanda.
“Dibangun oleh penjajah Belanda, lalu dimanafatkan oleh Jepang, dan kembali dikuasai Belanda ketika Jepang kabur. Penguasaan Belanda yang kedua ini sampai dengan akhir masa penjajahan,” jelas dia.

Dari sisi bangunan, Bungker Jepang itu terdapat dua buah dengan ukuran yang sama. Tiap Bungker terdapat dua pintu yang terdapat di bagian ujung kiri dan kanan. Saat MNC Portal Indonesia masuk, luas ruang dalam Bungker sekitar 5 meter, yang menyambung antara satu pintu dengan pintu lainnya. Saat ini, Pintu di setiap Bungker masih tampak terpasang dengan baik. Pintu sendiri terbuat dari Besi yang cukup tebal.
“Tingginya, kalau ukuran kita mah masih di atas kepala. Tapi kalau orang Belanda mah mungkin merunduk. Kondisi bangunan mah masih bagus, termasuk pintu. Tapi sayang, banyak tangan-tangan nakal, akhirnya dinding-dindingnya ramai tulisan,” jelas dia.