Kisah Mangkunegara IX Nikahi 2 Wanita, Salah Satunya Putri Bung Karno

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 13 Agustus 2021 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 512 2455144 kisah-mangkunegara-ix-nikahi-2-wanita-salah-satunya-putri-bung-karno-LtbB5S8Dui.jpg KGPAA Mangkunegara IX. (Foto: puromangkunegaran)

JAKARTA - Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) atau sering disebut Mangkunegara IX wafat pada Jumat, 13 Agustus 2021. Pria yang lahir pada 18 Agustus 1951 ini, berpulang pada usia 69 tahun.

Lahir dengan nama, G.P.H. Sujiwakusuma, Mangkoenagoro IX merupakan putra laki-laki kedua dari Mangkunegara VIII. Ia memiliki tujuh saudara lainnya yaitu KPA. Prabu Kusumo, B.R.Aj. Retno Satuti Rahadiyan Yamin, B.R.Aj. Retno Rosati Hudiono Kadarisman, B.R.M. Susaktyo, B.R.M. Herwasto, B.R.M. Kumiyakto, dan B.R.Aj. Retno Astrini.

BACA JUGA: KGPAA Mangkunegara IX Meninggal karena Sakit Jantung 

Pada 24 Januari 1988, GPH Sudjiwo Kusumo pun dinobatkan menjadi penguasa Mangkunegaran dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunagoro IX. Sebelumnya Pura Mangkunegaran sempat mengalami kekosongan kepemimpinan selama satu tahun.

Sepanjang hidupnya Mangkunegara IX dua kali menikah dan dikaruniai empat anak.

BACA JUGA: Jenazah KGPAA Mangkunegara IX Bakal Dimakamkan di Astana Girilayu

Pada 1974, Mangkunegara IX menikah dengan Sukmawati Soekarnoputri, putri dari presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Dari pernikahan ini, pasangan itu memiliki dua orang anak yaitu G.P.H. Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara dan G.R.A. Putri Agung Suniwati.

Sayangnya, pernikahan Mangkunegara IX dengan Sukmawati berakhir dengan perceraian pada 1984.

Enam tahun setelah perceraian tersebut Mangkunegara IX menikah dengan Prisca Marina Haryogi Supardi atau yang bergelar GKP Mangkunegara IX. Dari pernikahan ini pasangan tersebut dianugerahi dua anak yaitu G.P.H. Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dan G.R.A. Ancillasura Sudjiwo.

Sebagai seorang raja, Mangkunegara IX memiliki karakteristik raja modern yang memberikan perhatian penuh pada perkembangan seni dan budaya Jawa. Ia selalu memanjakan para pengunjung yang hadir ke Mangkunegaran dengan berbagai macam kreasi budaya Jawa seperti tari, wayang kulit, dan fragmen.

Pada masa pemerintahannya, gaya tari Mangkunegaran juga mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Beberapa karya tari yang dihasilkan diantaranya Tari Bedhaya Suryosumirat (1990), Tari Kontemporer Panji Sepuh (1993), Tari Harjuna Sasrabahu, serta Tari Puspita Ratna (1998).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini