Share

Taliban di Atas Angin, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur ke Tajikistan

Tim Okezone, Okezone · Minggu 15 Agustus 2021 22:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 15 18 2456014 taliban-di-atas-angin-presiden-afghanistan-ashraf-ghani-kabur-ke-tajikistan-A1VWOTd9H0.jpeg Ashraf Ghani. (Foto: Reuters)

KABUL - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kabur meninggalkan Ibu Kota Kabul menuju Tajikistan. Informasi ini disampaikan seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Minggu (15/8/2021)

Reuters memberitakan, saat dimintai komentar, kantor kepresidenan mengatakan "tidak bisa mengatakan apa-apa tentang gerakan Ashraf Ghani karena alasan keamanan".

Seorang perwakilan Taliban, yang memasuki Kabul pada Minggu pagi, mengatakan kelompok itu sedang memeriksa keberadaan Ghani.

Gerilyawan Taliban memasuki Kabul, pada Minggu. Seorang menteri Afghanistan mengatakan kekuasaan di negara itu akan diserahkan kepada pemerintahan sementara.

Seorang pejabat senior kementerian dalam negeri mengatakan kepada Reuters bahwa pemberontak Taliban datang "dari semua sisi" ke ibu kota tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Sejauh ini tidak ada laporan mengenai pertempuran yang terjadi.

Baca juga: AS Evakuasi Diplomat di Kabul dengan Helikopter, Warganet Bandingkan dengan Jatuhnya Saigon

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kelompok itu sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah untuk penyerahan Kabul secara damai.

"Pejuang Taliban harus bersiaga di semua pintu masuk Kabul sampai transfer kekuasaan yang damai dan memuaskan disepakati," kata pernyataan itu.

Dikuasainya Kabul menjadi puncak dari serangan kilat Taliban terhadap pemerintah Afghanistan. Cepatnya keruntuhan pertahanan pemerintah Afghanistan setelah penarikan pasukan AS dari negara itu telah mengejutkan semua pihak. 

Pekan lalu pejabat AS memperkirakan Kabul akan dapat bertahan selama setidaknya tiga bulan sebelum direbut oleh Taliban.

Tidak ada kabar langsung tentang situasi dari Presiden Ashraf Ghani. Seorang pejabat istana mengatakan dia sedang dalam pembicaraan darurat dengan utusan perdamaian AS Zalmay Khalilzad dan pejabat tinggi NATO. 

Kekuasaan akan diserahkan kepada pemerintahan transisi, penjabat menteri dalam negeri pemerintah, Abdul Sattar Mirzakawal, mengatakan dalam sebuah tweet di saluran berita Tolo.

"Tidak akan ada serangan ke kota, disepakati akan ada penyerahan damai," katanya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini