Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Cinta Gus Dur dan Sinta, Sampai Akhir Hayat

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 15 Agustus 2021 |06:46 WIB
Kisah Cinta Gus Dur dan Sinta, Sampai Akhir Hayat
Gus Dur bersama istri dan putri-putrinya. (Foto: NU Online)
A
A
A

SINTA, istri Gus Dur dan putri-putrinya tetap setia menemani Gus Dur yang tengah berbaring di rumah sakit RSCM. Gus Dur tampak tetap tegar, tetap tabah, tetap pasrah.

Saat itu, Pak Acun, sang asisten setia, tampak selalu hilir mudik melaksanakan perintah-perintah Gus Dur. Demikian dilansir dari NU Online.

Lelaki tua yang tak pernah melepaskan pecinya itu, terkadang diminta Gus Dur untuk mengambilkan buku-buku dan kitab-kitab kuningnya di rumah, untuk dibawa ke sini, terkadang pula diminta untuk bertemu dengan orang itu atau orang ini.

Baca juga: 1.216 Anak di Aceh Terpapar Covid-19, IDAI: Jumlahnya Meningkat Signifikan


Baca juga: Pemadaman Kebakaran Gudang di Tanjung Priok dari Pagi hingga Malam, Ini Kesulitannya

 

Ketika Sinta merasa kelelahan, Pak Acun lah yang menggantikan peran Sinta untuk membacakan buku-buku di dekat pembaringan Gus Dur. Begitu Pak Acun kelelahan, dan anak-anak tengan keluar untuk mengerjakan tugas masing-masing, Sinta yang selalu duduk di atas kursi roda itu, memutar roda-roda kursinya, merapatkan tubuhnya ke pembaringan sang suami.

Di ruangan itu, tinggalkan Gus Dur dan Sinta. Jiwa Sinta yang selalu dipenuhi cinta dan kerinduan itu, mengalirkan kepedihan dan menumpahkan air mata. Ia sorongkan tubuhnya ke dada suaminya. Ia peluk tubuh suaminya itu dengan kedua tangannya yang gemetaran.

“Kau jangan sedih, istriku. Janganlah bersedih...”

Sinta terus terisak. Ujarnya: “Bagaimana aku tak bersedih, sementara kau berbaring seperti ini. Maut tidak akan bisa memisahkan kita.”

“Maut tidak akan memisahkan kita. Kita hanya berpisah sementara saja.”

“Aku tidak mau, suamiku. Aku tidak mau. Bagaimana aku akan hidup jika kau meninggalkanku? Bagaimana aku bisa kuat, sementara tongkat hidupku akan patah?”

“Aku masih di sini. Kita masih bisa bersama. Kau tetap cantik, seperti pertama kali kumelihatmu di kelas itu...”

“Kau pun tetap gagah, mas. masih terngiang di benakku lagu Gugur Bunga yang kau nyanyikan itu...”

“Kita adalah pelangi di langit....”

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement