Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perjuangan Guru Kobarkan Semangat Belajar Siswa di Tengah Pandemi dan Keterbatasan

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Senin, 16 Agustus 2021 |07:54 WIB
Perjuangan Guru Kobarkan Semangat Belajar Siswa di Tengah Pandemi dan Keterbatasan
Foto: Dok Kemendikbud
A
A
A

Oleh karena itu agar pembelajaran tidak terhenti, ia mengambil inisiatif berkunjung ke rumah siswa. Ia dengan sabar membagikan teks bacaan, memberi tugas kepada siswa, hingga melakukan tanya jawab kepada siswa dilakukan di kala kunjungannya.

Motivasi melakukan kunjungan ke rumah siswa karena ia merasa memiliki tanggung jawab moral. Tanggung jawab untuk memberi semangat belajar siswa meski belajar di rumah. Ia juga ingin memberikan penguatan serta pemahaman bagi mereka atas wabah yang yang sedang melanda bangsa Indonesia.

3. Esnawati, Guru SDAN 05 Angan Tembawang

Esnawati mengemban tugas di daerah yang belum teraliri listrik hingga sekarang. Beberapa rumah menggunakan genset jika ingin terang rumahnya. Sinyal pun sulit dicapai terlebih internet. Tak ayal sulit bagi mereka untuk melakukan pembelajaran online. Ia mulai berpikir bagaimana caranya supaya bisa memastikan anak-anak tetap belajar. Akhirnya ia memutuskan mengunjungi anak-anak yang terjangkau tempat tinggalnya dan menanyakan apa saja yang sudah dipelajari bersama orang tua atau saudaranya.

Ia juga terpikir untuk mengumpulkan anak-anak yang terdekat dan mengumpulkan mereka di rumahnya tentunya dengan prokes yang ketat. Itu dilakukan di malam hari. Ia tidak hanya mengumpulkan muridnya, tapi mulai dari anak PAUD hingga SD, dan siapa pun yang mau belajar, disilakan.

4. Sumarni, Guru PAUD, Melawi

Seperti wilayah lainnya, proses belajar mengajar formal di Kabupaten Melawi terakhir dilakukan akhir Maret 2020 sehingga semenjak itu program “Merdeka Belajar” diterapkan juga di desa-desa di Kabupaten Melawi. Untuk wilayah Melawi yang secara akses internet dan telekomunikasi tidak tersedia, bukan hal mudah untuk belajar sendiri di rumah.

Melihat hal ini Sumarni tidak tinggal diam. Ia tidak tega melihat anak-anak hanya bermain bebas tanpa dampingannya. Sebelum pandemi anak-anak ini minimal selama tiga jam belajar sambil bermain dengannya. Oleh karena itu, ia yang telah 13 tahun mengabdikan diri sebagai guru PAUD, timbul ide.

Ia akan saling kunjung dengan orangtua siswa. Saat itulah proses pendampingan

belajar dilakukan. Ia memberikan materi belajar untuk dikerjakan anak serta didampingin orangtua misalnya melipat kertas, mewarnai dan memindahkan huruf.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement