Share

JK: Taliban Maupun Pemerintah Afghanistan Meyakini Mereka Bersaudara

Riezky Maulana, iNews · Senin 16 Agustus 2021 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 18 2456317 jk-taliban-maupun-pemerintah-afghanistan-meyakini-mereka-bersaudara-sCIDq03egg.jpg Jusuf Kalla (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Eks Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menyebut dirinya sempat beberapa kali bertemu dengan perwakilan Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Menurut dia, meskipun ibukota Kabul jatuh ke tangan Taliban, Afghanistan tak jatuh dalam pertumpahan darah dan perang saudara.

Bahkan perwakilan Pemerintah Aghanistan dan Pemimpin Politik Taliban, secara bergantian diundang makan di kediaman dinas Wakil Presiden yang terletak di Jalan Diponegoro Menteng, Jakarta Pusat.

"Baik Taliban maupun Pemerintah Afghanistan sama-sama meyakini bahwa mereka bersaudara dan tidak akan memerangi negara yang sudah ditinggalkan oleh tentara Amerika Serikat,” tutur JK dalam keterangan pers, Senin (16/8/2021).

Dia memaparkan, pada akhir Desember tahun lalu sempat bertemu dengan Presiden Ghani di Ibu Kota Kabul. Sedangkan untuk pertemuan dengan Taliban diwakili oleh Kepala Kantor Politik Taliban Mullah Abdul Gani Baradar di Doha, Qatar pada Januari 2021.

"Mereka akan berupaya menyelesaikan secara damai konflik di Afghanistan yang sudah berjalan hampir 30 tahun," jelasnya.

JK juga menegaskan, Taliban juga tak akan mengusik kantor-kantor kedutaan besar negara lain. Termasuk, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kabul, Afghanistan.

"Mereka (pihak Taliban) juga sudah menyampaikan tidak akan mengusik kantor-kantor kedutaan besar negara asing di Afghanistan, apalagi Kedubes RI," katanya.

Baca Juga : Kemlu RI: 15 WNI di Afghanistan dalam Kondisi Baik dan Aman

Kalla menambahkan, dunia kini menantikan masa depan Afghanistan setelah Taliban berkuasa. Dirinya pun berharap Afghanistan terbuka dengan kerjasama dengan negara-negara lain yang tidak punya kepentingan politik, tetapi kerjasama perekonomian.

"Indonesia punya peran penting di Afghanistan dalam menjajaki perdamaian kemarin, sehingga Pemerintah Indonesia juga harus mendukung upaya damai sekarang saat Taliban memimpin Afghanistan, pasca penarikan tentara asing akhir Agustus ini," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini