Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HNW: Sidang Tahunan MPR Bukan Seremonial Belaka, Tapi Komitmen Pelaksanaan Amanat Rakyat

Antara , Jurnalis-Senin, 16 Agustus 2021 |05:33 WIB
HNW: Sidang Tahunan MPR Bukan Seremonial Belaka, Tapi Komitmen Pelaksanaan Amanat Rakyat
Hidayat Nur Wahid. (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) berharap Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2021 bisa menjadi momentum bagi semua lembaga negara, pejabat, dan rakyat Indonesia untuk menyegarkan komitmen melaksanakan amanat dan kedaulatan rakyat.

Hidayat mengatakan sidang tahunan itu menjadi momentum para pejabat di berbagai lembaga negara untuk memberikan keteladanan bagi masyarakat menaati peraturan dan perundang-undangan yang ada dalam komitmen guna meneguhkan dan menyukseskan demokrasi di Indonesia.

“Saya berharap sidang tahunan kali ini dapat menghadirkan MPR sebagai lembaga yang memberikan bukti tentang bisa dilaksanakannya ketentuan peraturan perundang-undangan dan aturan yang dibuatnya, serta memberikan keteladanan kepada rakyat agar bisa diajak menaati segala peraturan," ujarnya, Minggu (15/8/2021).

Termasuk, menurut dia, terkait soal protokol kesehatan pada era pandemi Covid-19 ini dan gotong royong mengatasi pandemi.

Hidayat mengingatkan, Sidang Tahunan MPR jangan hanya dipahami sebagai rutinitas seremonial belaka, tetapi sebagai wahana bagi masing-masing lembaga negara untuk mempertanggungjawabkan amanat rakyat dan UUD, sehingga rakyat bisa melihat dan mendengar secara langsung.

Menurut dia, pimpinan lembaga negara bisa memberikan laporan kinerja mereka dalam melaksanakan amanat rakyat sebagai pemilik kedaulatan yang memberikan mandat atau amanat tersebut.

“Salah satu yang ditunggu dalam setiap Sidang Tahunan MPR adalah laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan Pidato Kenegaraan Presiden," ucapnya. 

Sebelum menyampaikan pidato, menurut dia, sebaiknya presiden berefleksi kembali terkait apa yang telah disampaikan pada tahun lalu. 

"Apakah yang dilaporkan, dipidatokan, dan direncanakan sudah benar-benar berjalan? Sejauh mana peningkatan dibanding tahun yang lalu? serta bagaimana strategi dan program untuk mengalahkan tantangan pada masa yang akan datang, berbarengan dengan pandemi yang masih menelan banyak korban baik fisik, ekonomi, hingga sosial,” katanya.

Baca juga: Sidang Tahunan MPR Hanya Dihadiri 60 Orang, Berikut Susunan Acaranya

Sedangkan untuk MPR, ia berharap agar MPR dapat menunjukkan dirinya kepada rakyat sebagai lembaga negara yang betul-betul melaksanakan semua ketentuan perundangan dan konstitusi, agar menjadi contoh bagi lembaga negara lain, termasuk eksekutif. 

Ia mengatakan bahwa fungsi MPR juga untuk memberikan imunitas ideologi Pancasila melalui sosialisasi Empat Pilar MPR agar setiap sila benar-benar dijalankan, sehingga berkontribusi positif mewujudkan cita-cita proklamasi dan reformasi.

“Melalui kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI secara lebih masif dan efektif, maka selain virus Covid-19 yang sedang kita hadapi, pejabat negara, dan rakyat diharapkan tidak terkena virus ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila," kata dia.

Seperti soal liberalisme, hedonisme, individualisme, kapitalisme, radikalisme, komunisme maupun separatisme, katanya.

Virus-virus ideologi tersebut kata dia, sangat berbahaya untuk bangsa pada saat negara sedang berjuang menyelamatkan rakyat dengan melawan ‘penjajahan’ Covid-19. 

Ia mencontohkan salah satu bentuk virus kapitalisme atau liberalisme adalah kebijakan yang lebih mengedepankan aspek ekonomi dibandingkan aspek kesehatan atau sosial masyarakat terkait pandemi Covid-19.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement