Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lonjakan Kasus Covid-19, Perjuangan Nakes dan HUT ke-76 Indonesia

Antara , Jurnalis-Selasa, 17 Agustus 2021 |02:31 WIB
Lonjakan Kasus Covid-19, Perjuangan Nakes dan HUT ke-76 Indonesia
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

Sebuah studi yang dilakukan oleh Program Studi Magister Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengungkapkan, 83 persen tenaga kesehatan pada saat itu mengalami hal serupa dengan gejala sedang dan berat selama lonjakan pandemi Covid-19 berlangsung.

Dewi menjelaskan apabila seorang tenaga kesehatan merasakan keletihan secara emosional, imbasnya adalah kehilangan motivasi yang jelas untuk bekerja.

Studi lain yang dilakukan Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) mengungkap bahwa lonjakan pasien Covid-19 telah memicu tingkat keterisian rumah sakit hingga di atas rata-rata 90 persen.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi menyebut saat itu Indonesia telah mengalami "fungsional kolaps sistem pelayanan kesehatan". Salah satu akibatnya, tenaga kesehatan harus menanggung kelelahan bertugas yang menyebabkan imunitas menurun setelah divaksinasi.

Baca juga: Wagub: Stok Vaksin Covid-19 DKI Jakarta Lebih dari 14 Juta

Tim Mitigasi PB IDI dan Perhimpunan dokter-dokter spesialis terdiri atas Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) menyerukan agar pemerintah segera mengendalikan pergerakan masyarakat di sektor hulu demi mengurangi beban kerja tenaga kesehatan di rumah sakit.

Wafat

Faktor kelelahan dalam bertugas yang menyebabkan imunitas menurun mengakibatkan angka kematian tenaga kesehatan melonjak akibat tingkat paparan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 menyerang para dokter maupun perawat di rumah sakit.

Hingga Sabtu 14 Agustus 2021, Tim Mitigasi PB IDI mencatat sudah ada 1.700 tenaga kesehatan wafat selama musim pandemi Covid-19. Sebanyak 640 di antaranya berprofesi sebagai dokter.

Beberapa wilayah yang menjadi penyumbang kematian dokter terbanyak berasal dari Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra Utara dan 24 wilayah lain dengan angka kematian dokter berada di bawah 30 jiwa.

Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, angka kematian dokter didominasi oleh laki-laki dengan total 84 persen dari keseluruhan total kematian dokter di Indonesia. Tenaga kesehatan dengan tingkat kematian tertinggi yaitu dokter umum, bidan, spesialis penyakit dalam, dan spesialis anak.

Baca juga: Luhut Minta Pemda Siapkan Tempat Isolasi Khusus Ibu Hamil

Data dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada Juni 2021 melaporkan sekitar 7.392 perawat yang terkonfirmasi positif, suspek sebanyak 309, dan mereka yang gugur sebanyak 445 perawat.

"Melonjaknya pasien Covid-19 saat itu menyebabkan tenaga kesehatan mendapatkan beban kerja berlebihan. Hal ini dia khawatirkan memunculkan potensi kelelahan pada tenaga kesehatan, yang berimbas pada menurunnya imunitas mereka," kata Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah.

Harif mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam upaya menekan angka kematian tenaga kesehatan melalui pemberian vaksin booster atau dosis ketiga bagi tenaga kesehatan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement