Hasil studi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI melaporkan vaksinasi Covid-19 terbukti efektif menekan risiko perawatan dan kematian pada tenaga kesehatan.
Hasil studi yang melibatkan 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta pada periode Januari hingga Maret 2021, vaksinasi dosis pertama dan kedua Coronavac cukup efektif dalam mencegah infeksi Covid-19 pada tenaga kesehatan. Namun pada periode April-Juni 2021, vaksinasi lengkap kurang cukup melindungi tenaga kesehatan dari infeksi Covid-19.
Pada periode April sampai Juni 2021, kata Nadia, efektivitas Coronavac dalam mencegah perawatan dan kematian akibat Covid-19 lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
"Efektivitas Coronavac dalam mencegah perawatan sebesar 74 persen, berkurang menjadi 53 persen, sementara efektivitas Coronavac dalam mencegah kematian adalah sebesar 95 persen pada bulan Januari-Maret yang kemudian menjadi 79 persen pada periode April sampai dengan Juni 2021," katanya.
Baca juga: Menkes: Prokes Diterapkan dengan Teknologi Digital
Atas dasar itu, Kemenkes kemudian memberikan vaksin dosis ketiga untuk menambah perlindungan bagi tenaga kesehatan yang berisiko tinggi terinfeksi Covid-19 karena tugasnya.
Kasus Menurun
Kemenkes melaporkan angka kasus Covid-19 di Tanah Air menurun hingga separuh dari kondisi puncak dalam waktu satu bulan terakhir. Pada Sabtu 14 Agustus 2021 angka kasus harian mencapai 28.598 serta kematian 1.270 orang dalam sepekan.
Menurut Nadia penurunan angka kasus di Tanah Air juga dibarengi dengan berkurangnya keterisian tempat tidur perawatan pasien di rumah sakit atau BOR di berbagai daerah.
Misalnya di Jakarta yang sudah berada di kisaran 29,4 persen, Jawa Barat 32 persen, Jawa Tengah 38,3 persen, Jawa Timur 52,3 persen, di Banten 33,4 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta 54,7 persen.
"Angka BOR secara nasional berada di angka 48,14 persen," kata Nadia.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Luar Jawa dan Bali Turun 9,5 Persen
Sosiolog dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia Imam Budidarmawan Prasodjo berpendapat bahwa situasi itu tidak lepas dari peran tenaga kesehatan yang telah bekerja keras menekan angka kematian pasien.
Namun Imam menyorot tentang persoalan insentif tenaga kesehatan yang sebagian masih tertahan oleh birokrasi di tingkat pemerintah daerah.